Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai penurunan insentif pembelian motor listrik dari Rp 5 juta menjadi R p3 juta per unit tetap akan memberikan dampak terhadap penjualan. Public Relation & Event Executive Aismoli Riniwaty Sinaga mengatakan, besaran insentif pemerintah berkaitan langsung dengan tingkat keterjangkauan harga motor listrik bagi konsumen. Menurut dia, semakin kecil bantuan yang diterima konsumen, semakin besar pula harga yang harus ditanggung saat membeli motor listrik. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi minat masyarakat. Ilustrasi booth Polytron di pameran IMOS 2022 "Kalau misalkan harganya Rp 5 juta itu berapa persen, ada beberapa research seperti di UNS kita sudah koordinasi juga. Nanti mungkin kita bisa relook, tapi pasti berpengaruh," ujar Riniwaty di Jakarta, dikutip pada Senin (24/8/2026). Aismoli sebelumnya mencatat pemerintah sempat menyiapkan skema insentif dengan besaran yang lebih tinggi. Karena itu, perubahan menjadi Rp 3 juta dinilai akan memberikan efek berbeda terhadap pasar. Insentif Rp 3 Juta Dinilai Tak Seefektif Rp 5 Juta Riniwaty mengatakan, dampak insentif Rp 3 juta terhadap penjualan tidak akan sama dengan skema bantuan Rp 5 juta, maupun Rp 7 juta per unit seperti pada 20230-2024. Meski nominalnya terlihat tidak terlalu besar, besaran bantuan tersebut dapat menentukan seberapa terjangkau harga motor listrik bagi calon konsumen. Pengunjung Jakarta Fair 2023 melakukan cek penerima Subsidi Motor Listrik Aismoli pun menilai program dengan insentif lebih besar berpotensi memberikan dorongan yang lebih kuat terhadap pasar. Namun, asosiasi tetap menghormati keputusan pemerintah terkait besaran bantuan yang akan diberikan. "Kalau memang pemerintah mengatakan September, ya kami ikut. Intinya, tapi kalau tadi [ditanya] apakah efektif ya menurut kami sih kurang," kata Riniwaty. Menurut dia, industri saat ini lebih membutuhkan kepastian mengenai mekanisme dan waktu pelaksanaan program. Dengan kepastian tersebut, produsen dapat menyiapkan strategi penjualan sekaligus mengomunikasikan program kepada konsumen. Presiden RI Prabowo Subianto meninjau fasilitas produksi Molinas di PT ALVA serta pameran sejumlah motor listrik buatan dalam negeri di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026) Aismoli Tetap Dukung Program Insentif Meski menilai penurunan nominal insentif akan berdampak terhadap penjualan, Aismoli memastikan tetap mendukung program pemerintah. Riniwaty mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan kepastian mengenai implementasi insentif tersebut. "Intinya kami tetap berjibaku untuk men-support supaya sebanyak mungkin industri bisa mendapatkan manfaat dari kuota subsidi yang digelontorkan pemerintah," ujarnya. Aismoli berharap program tersebut tetap mampu mendorong pertumbuhan pasar motor listrik nasional. Industri juga akan berupaya memanfaatkan kuota insentif yang tersedia agar manfaat program dapat dirasakan oleh sebanyak mungkin konsumen dan pelaku industri.