Harga mobil listrik bekas cenderung mengalami penyusutan yang cukup besar dibandingkan harga barunya. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan konsumen sebelum membeli kendaraan listrik bekas. Penurunan harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari harga baterai yang mahal hingga perkembangan model mobil listrik yang berlangsung cukup cepat. Ferry Saputra pemilik Showroom Gempol Motor dengan laman website www.mobilKarawang.com, mengatakan, usia baterai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga mobil listrik bekas. "Karena harga baterainya sangat mahal dan ketahanannya bergantung pada usia. Jadi setiap harinya ada penyusutan terhadap harganya," ucap Ferry kepada Kompas.com, Selasa (6/10/2026). Wuling Air EV Long Range 2022. Menurut Ferry, harga mobil listrik bekas juga terpengaruh oleh strategi penjualan mobil baru. Ia menilai sejumlah mobil listrik buatan China kerap mendapatkan potongan harga yang cukup besar. "Selain itu juga mobil listrik buatan China, harga barunya sering diskon sangat besar," ucapnya. Selain diskon, perubahan model yang relatif cepat juga turut memengaruhi harga jual mobil listrik bekas. "Karena perubahan modelnya terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Jadi model lamanya diskon besar-besaran," ucapnya. Kondisi tersebut membuat harga mobil listrik bekas harus menyesuaikan dengan harga mobil baru yang tersedia di pasaran. "Faktor itu juga membuat harga mobil listrik bekas mengalami penyusutan yang sangat banyak. Untuk menyesuaikan bekas dengan harga baru dengan tahun, tipe dan model yang sama," katanya. Jadi, konsumen yang ingin membeli mobil listrik bekas perlu memperhatikan bukan hanya harga unit saat ini, tetapi juga perkembangan harga mobil baru, usia baterai, tahun produksi, serta perubahan model kendaraan.