Isu tingginya harga mobil di Indonesia kembali jadi sorotan usai perbandingan harga Toyota Alphard antara Jepang dan Indonesia dinilai tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masing-masing negara. Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi menilai selisih harga tersebut mencerminkan adanya beban pajak yang cukup besar di pasar domestik. Di Jepang, Toyota Alphard dipasarkan mulai sekitar 5,1 juta yen atau setara Rp 540 jutaan. Sementara di Indonesia, model yang sama dijual mulai dari kisaran Rp 1,2 miliar, atau lebih dari dua kali lipat. Toyota Alphard XE Hybrid di Pakuwon Mall Jogja. Padahal Jepang memiliki produk domestik bruto (PDB) sekitar 4,2 triliun dollar AS, jauh di atas Indonesia yang berada di kisaran 1,4 triliun dollar AS. Dengan kata lain, masyarakat dengan tingkat pendapatan lebih tinggi justru bisa membeli kendaraan dengan harga lebih murah dibandingkan Indonesia. “Aneh kan? Orang Jepang income-nya lebih tinggi dari kita, tapi beli Alphard yang sama harganya lebih murah dari kita,” ujar Agus di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Ia menilai, perbedaan tersebut tidak bisa semata-mata dijelaskan oleh faktor lokasi produksi. Menurutnya, ada persoalan struktural dalam kebijakan harga, terutama yang berkaitan dengan pajak kendaraan di dalam negeri. Agus menyebut, komponen pajak pada harga mobil di Indonesia bisa mencapai sekitar 40 persen. Angka ini dinilai terlalu tinggi dan berdampak langsung pada mahalnya harga jual ke konsumen. Toyota Alphard Hybrid Temuan tersebut sejalan dengan pandangan sebelumnya yang menyebutkan bahwa tingginya pajak turut menekan daya beli dan berkontribusi pada stagnasi pasar otomotif nasional. Sebagai perbandingan, Agus menilai beban pajak yang lebih ideal untuk negara dengan karakteristik seperti Indonesia berada di kisaran 15 hingga 20 persen. “Kalau pajak terlalu besar, efeknya ke ekonomi jadi mahal. Ini yang harus dihindari,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang