Strategi harga murah yang diterapkan pabrikan mobil China di Indonesia cukup berhasil menggaet banyak peminat. Tapi kalau mau bersaing dengan mobil Jepang, harga murah aja nggak cukup!Satu hal yang paling mencolok kalau bicara mobil China di Indonesia adalah harganya yang murah. Sekalipun murah, tapi nggak pelit fitur. Bahkan fitur-fitur canggih terbaru sudah tersemat di mobil China yang kebanyakan banderolnya di bawah mobil Jepang, Korea, hingga Eropa. Tapi ngandelin harga dan fitur aja nggak cukup bagi para pabrikan mobil China untuk bertarung merebut hati orang Indonesia. Apalagi untuk bersaing dengan sejumlah produsen Jepang yang sudah lebih dulu eksis. Pengamat otomotif Bebin Djuana mengungkap, produsen China juga harus dengan cepat membangun jaringan purnajual supaya konsumen tak merasa kesulitan dalam perawatan kendaraannya."Mereka harus membangun jaringan, mereka harus membangun purnajual, mereka harus menjaga nama baik," terang Bebin saat berbincang dengan detikOto belum lama ini.Urusan purnajual, produsen mobil Jepang memang jawaranya. Sudah puluhan tahun mengisi pasar otomotif Indonesia nggak heran kalau jaringan purnajual produsen Jepang ini sudah tersebar hingga wilayah pelosok dalam negeri. Pemilik mobil pun dimudahkan ketika mengalami masalah sekalipun tidak berada di kota besar. Tak cuma itu, ketersediaan suku cadang juga wajib diperhatikan. Dengan begitu, konsumen nggak perlu menunggu lama saat harus mengganti spare part. Mobil jadi bisa digunakan lagi dengan cepat."Semua produk tidak ada yang sempurna, pasti ada yang cacat. Bagaimana menanganinya agar konsumen tidak sakit hati. Itu kan yang harus dikerjakan dan menjaga kualitas. Mampukah seperti merek-merek negara Sakura?" ungkap Bebin.Keberadaan mobil China di Indonesia memang jadi fenomena tersendiri. Kalau dulu sering dianggap sebelah mata, kini mulai banyak diperhitungkan. Sebab, teknologi yang dihadirkan mobil China ini memang cukup terdepan. Bebin menyebut, China menggunakan Eropa sebagai standar dalam pengembangan mobilnya."Mereka sudah tidak bermain dengan standar Jepang atau Korea, mereka bermain dengan standar Eropa. Paling gampang sekarang, kamu kunjungi any brand dari China, kamu duduk di dalam mobilnya, di sebelah suruh motor hidupin, ada nggak (suara) motor (terdengar). Kok bisa begitu? Dia pakai standar Eropa," jelas Bebin.Di sisi lain, sejumlah produsen China juga mendapat keistimewaan dari pemerintah berupa insentif lantaran berkomitmen investasi di dalam negeri. Beberapa juga memanfaatkan insentif lantaran memenuhi syarat penggunaan komponen dalam negeri minimal 40 persen. Alhasil harga mobil China jadi lebih murah dan ini jadi salah satu faktor memikat bagi masyarakat Indonesia.