Suzuki resmi memperkenalkan mobil listrik (EV) penumpang pertamanya di kategori Kei-car, yakni e-Sky. Mobil listrik tersebut dibanderol mulai 2,12 juta yen atau sekitar Rp 222 juta. Dengan harga tersebut, Suzuki menargetkan e-Sky menjadi mobil listrik Kei-car paling murah di Jepang. Kehadiran e-Sky juga menjadi langkah resmi Suzuki untuk memasuki pasar kendaraan listrik setelah selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama di segmen Kei-car bermesin bensin di Jepang. Gandeng BYD untuk Teknologi Baterai Dikutip dari Carnewschina.com, Rabu (7/10/2026), untuk menekan harga jual, Suzuki menggandeng BYD dan menggunakan teknologi baterai dari produsen otomotif asal China tersebut. Suzuki menyebut e-Sky dibangun menggunakan platform khusus kendaraan listrik yang baru dikembangkan. Mobil ini juga mengandalkan sistem penggerak listrik atau e-Axle yang dikembangkan Suzuki sendiri. Baterai Suzuki e-Sky dari BYD Sumber tenaga berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh. Baterai tersebut mampu membawa e-Sky menempuh jarak hingga 310 kilometer berdasarkan standar WLTP. Sebagai pembanding, BYD Racco yang merupakan salah satu pesaing e-Sky menggunakan baterai LFP 22,4 kWh pada varian entry-level. Jarak tempuhnya mencapai 210 kilometer berdasarkan standar WLTC. BYD juga menyediakan Racco dengan baterai LFP berkapasitas 35,84 kWh. Varian tersebut memiliki jarak tempuh hingga 320 kilometer berdasarkan standar WLTC. Perbedaan jarak tempuh tersebut tidak lepas dari bobot kendaraan. Suzuki e-Sky memiliki bobot 1.030 kilogram. Sementara itu, BYD Racco dengan baterai 22,4 kWh memiliki bobot 1.160 kilogram. Adapun varian dengan baterai 35,84 kWh memiliki bobot antara 1.220 kilogram dan 1.230 kilogram. Suzuki e-Sky Dimensi e-Sky Lebih Rendah Secara dimensi, Suzuki e-Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.460 mm. Dimensi tersebut membuat e-Sky memiliki panjang dan lebar yang sama dengan BYD Racco. Namun, e-Sky memiliki bodi lebih rendah. BYD Racco memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm. Jarak sumbu rodanya juga lebih panjang, yakni 2.520 mm. Suzuki menawarkan e-Sky dalam tiga versi. Untuk model entry-level, mobil tersebut ditujukan terutama bagi konsumen korporasi dan diproduksi berdasarkan pesanan. Suzuki e Sky Suzuki sengaja menghilangkan sejumlah fitur, termasuk kemampuan pengisian daya cepat, untuk menekan harga jual. Untuk seluruh varian e-Sky, Suzuki menargetkan volume penjualan sekitar 1.000 unit per bulan. Harga Setelah Subsidi Lebih Murah Harga e-Sky semakin kompetitif setelah memperhitungkan subsidi kendaraan listrik dari pemerintah Jepang. Pemerintah Jepang memberikan subsidi sebesar 568.000 yen atau sekitar Rp 37,5 juta. Dengan subsidi tersebut, harga efektif e-Sky bisa turun menjadi sekitar 1,55 juta yen atau Rp 102 juta. Suzuki e Sky Harga tersebut berada di bawah sejumlah pesaingnya. BYD Racco, misalnya, memiliki harga mulai 1,99 juta yen setelah subsidi, sedangkan Nissan Sakura mulai 1,86 juta yen setelah subsidi. Bahkan tanpa subsidi, harga e-Sky masih lebih rendah sekitar 20.000 yen atau Rp 1,3 juta dibandingkan BYD Racco. Dengan demikian, Suzuki e-Sky menjadi mobil listrik jenis Kei-car dengan harga jual paling rendah di Jepang. Kehadiran e-Sky juga menunjukkan upaya Suzuki mempertahankan posisinya di pasar Kei-car Jepang ketika elektrifikasi mulai berkembang. Sepanjang 2025, Suzuki tercatat menjual 556.632 unit Kei-car bermesin bensin. Sementara itu, BYD Racco yang baru diluncurkan pada Juli 2026 telah mencatat penjualan sekitar 1.800 unit. BYD juga berencana memperluas pemasaran Racco ke Sri Lanka dan Makau.