PT Honda Prospect Motor (HPM) memberi sinyal akan kembali menambah lini kendaraan elektrifikasi di Indonesia pada tahun ini. Model yang dimaksud mobil hybrid maupun mobil listrik murni, sejalan dengan komitmen global Honda dalam memperluas portofolio elektrifikasi. Communication Strategy Sub-Division Head PT HPM Yulian Karfili mengatakan, Honda terus menyiapkan penambahan produk elektrifikasi yang disesuaikan dengan karakter merek dan kebutuhan pasar. "Honda sudah ada komitmen untuk terus meningkatkan jumlah mobil elektrifikasi, termasuk hybrid dan mobil listrik. Jadi tahun ini ada rencana lagi tapi ditunggu saja nanti model-modelnya apa. Belum bisa sekarang tapi yang saya bisa bilang pasti akan sesuai dengan karakternya Honda," kata Yulian, saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026). Meski belum mengungkap model yang akan diluncurkan, pernyataan tersebut menjadi indikasi bahwa Honda tengah menyiapkan produk elektrifikasi baru untuk pasar domestik. Sinyal tersebut sejalan dengan arahan strategi Honda di kawasan Asia dan Oseania. Toshio Kuwahara, Vice President of Honda Motor Co. Ltd, Head of Regional Unit (Asia & Oceania) of Regional Operations (Associated Regions) dan President & CEO of Asian Honda Motor Co, sebelumnya menyebut bahwa perluasan model hybrid akan menjadi fokus di pasar dengan infrastruktur pengisian daya yang belum merata. Honda Brio di GJAW 2025 “Honda akan menyesuaikan sistem penggerak dengan kondisi energi di setiap pasar. Kami akan terus memperluas ekspansi HEV di wilayah dengan infrastruktur pengisian daya yang terbatas, sambil mengembangkan EV yang lebih terjangkau,” kata dia. Pernyataan tersebut membuka peluang hadirnya model hybrid dengan harga lebih kompetitif. Jika terealisasi, langkah ini akan menempatkan Honda di segmen hybrid terjangkau yang saat ini mulai diisi sejumlah model seperti Toyota Veloz Hybrid dan Daihatsu Rocky Hybrid. Strategi ini juga dinilai relevan untuk pasar Indonesia, mengingat infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik berbasis baterai belum merata di berbagai daerah. Hybrid menjadi solusi transisi karena tidak bergantung pada pengisian daya eksternal. Selain model baru, tidak menutup kemungkinan Honda membawa produk hybrid yang sudah dipasarkan di negara lain. Salah satu spekulasi yang kerap disebut adalah Honda City Hybrid yang lebih dulu meluncur di Thailand dan menyasar segmen sedan kompak elektrifikasi. Dengan tambahan model baru, Honda berupaya memperluas akses kendaraan elektrifikasi ke lebih banyak konsumen, sekaligus menjaga karakter produk yang tetap mengedepankan efisiensi dan kenyamanan berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang