Changan Indonesia merupakan salah satu produsen mobil listrik yang merasakan langsung dampak berhentinya insentif 10 persen atas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025, insentif PPN DTP resmi berakhir pada 31 Desember 2025. Sebelumnya, mobil listrik yang diproduksi secara lokal (CKD) dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen hanya dikenakan PPN sebesar 2 persen. Namun memasuki awal 2026, tarif PPN kembali normal ke angka 12 persen, termasuk Changan yang sudah dirakit di Indonesia. Kondisi ini membuat produsen otomotif tak punya banyak pilihan selain melakukan penyesuaian harga jual. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menyebut berakhirnya insentif tersebut memang sudah sesuai aturan yang berlaku. “Ya sudah, habis gimana? Memang sudah habis peraturannya kan? Ya sudah, kalau habis DTP-nya kan harus dibayar, ya bayar dong,” kata Jongkie di sela-sela pameran IIMS 2026, Kamis (5/2/2026). Menurut Jongkie, lonjakan harga yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi langsung dari kembalinya tarif pajak ke level normal. Besarannya pun bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing agen pemegang merek (APM). “Ya, 10 persen dari harga HPP kan, harga pengenaan pajak. Ya itu masing-masing ATPM lah, saya enggak mengikuti,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya mengatakan kebijakan tersebut berpengaruh terhadap harga jual Lumin dan Deepal S07. Changan hadir di Hall B1 pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026). “Harga Deepal S07 dan Lumin sempat naik setelah diluncurkan pada November 2025, karena berakhirnya insentif pajak sekarang kan kena pajak 12 persen, jadi ada penyesuaian harga,” ucap Setiawan di Jakarta Kamis (5/2/2026). Kendati demikian, Changan kembali menimbang soal kenaikan harga jual kedua produk andalannya tersebut, dan merilis harga terbarunya di IIMS 2026. “Sehingga Deepal S07 harganya sama dengan waktu peluncuran yakni Rp 599 juta, sementara Lumin menjadi Rp 183 juta, naik Rp 5 juta dari sebelumnya Rp 178 juta,” ucap Setiawan. Meski terasa berat bagi pihak produsen dengan berakhirnya insentif tersebut, Changan tetap berusaha mempertahankan harga jualnya. “Soalnya lumayan besar kenaikannya, ya kami berharap ada angin segar, sehingga insentif kembali diberikan di 2026,” ucap Setiawan. Changan Lumin modifikasi di IIMS 2026 Pihak Changan pastinya akan menyambut kebijakan tersebut dengan suka cita, dan ada kemungkinan bakal mengoreksi harga jual Lumin dan Deepal S07 kembali. “Lihat saja nanti, kami perlu menimbang kembali, apakah akan ada koreksi harga lagi atau tidak,” ucap Setiawan. Hal tersebut juga menjadi penting bagi konsumen, pasalnya berkaitan dengan hak konsumen terkait harga beli kendaraan. “Seperti konsumen yang sudah membeli Lumin dan Deepal S07 saat harganya naik (sebelum IIMS), kami bakal mengembalikan uang konsumen setelah ada koreksi, harga terbaru adalah hari ini (di IIMS 2026),” ucap Setiawan. Changan Deepal KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang