Impor mobil utuh atau completely built up (CBU) ke Indonesia mengalami penurunan signifikan sepanjang Januari-Agustus 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume impor mobil CBU mencapai 51.321 unit atau turun 47,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 98.232 unit. Penurunan tersebut menunjukkan adanya perubahan strategi sejumlah produsen otomotif di Indonesia. Beberapa merek yang sebelumnya mengandalkan mobil impor kini mulai mengalihkan pasokannya melalui produksi lokal. Toyota bZ4X Touring di GIIAS 2026 Toyota tercatat masih menjadi merek dengan volume impor CBU terbesar sepanjang delapan bulan pertama 2026. Toyota mengimpor 25.545 unit, naik 15,4 persen dibandingkan 22.133 unit pada periode yang sama 2025. Impor Sejumlah Merek Turun Posisi kedua terdapat Mitsubishi Motors dengan impor 3.995 unit. Namun, jumlah tersebut turun 56,4 persen dibandingkan 9.167 unit pada Januari-Agustus 2025. Kemudian, suzuki menempati posisi ketiga dengan 3.597 unit, turun 35,7 persen dari sebelumnya 5.596 unit. Suzuki Grand Vitara terbaru yang meluncur di GJAW 2025 Sementara itu, Denza yang merupakan submerek premium BYD mengimpor 3.001 unit hingga Agustus 2026. Angka tersebut anjlok 64,9 persen dibandingkan 8.557 unit pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan paling tajam terjadi pada BYD. Sepanjang Januari-Agustus 2026, BYD hanya mengimpor 1.058 unit, anjlok 95,4 persen dari 22.964 unit pada periode yang sama 2025. Kondisi tersebut sejalan dengan mulai beroperasinya pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp 16 triliun. Denza D9 dibangun dengan enam pilar kecanggihan yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyeluruh, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Hal serupa terjadi pada VinFast. Merek asal Vietnam tersebut mengimpor 2.642 unit, turun 80,2 persen dari 13.372 unit pada Januari-Agustus 2025. Penurunan impor terjadi seiring beroperasinya fasilitas produksi VinFast di Subang dengan kapasitas 50.000 unit per tahun. Ada Merek yang Impornya Naik Meski secara keseluruhan impor CBU mengalami penurunan, tidak semua merek mencatatkan tren serupa. Mobil listrik VinFast VF7 Mazda, misalnya, mencatat kenaikan impor 12,7 persen menjadi 2.247 unit dari 1.994 unit pada periode yang sama tahun lalu. GWM juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi. Volume impor merek tersebut mencapai 1.501 unit atau naik 103,7 persen dari 737 unit. FAW mencatat kenaikan impor 51,3 persen menjadi 1.024 unit dari sebelumnya 677 unit. Adapun Hyundai berada di posisi ke-10 dengan impor 970 unit. Angka tersebut turun 44,9 persen dibandingkan 1.762 unit pada Januari-Agustus 2025. GWM Tank 500 Diesel Daftar merek mobil yang melakukan impor mobil CBU periode Januari-Agustus 2026; 1. Toyota: 25.545 unit (+15,4%)2. Mitsubishi Motors: 3.995 unit (-56,4%)3. Suzuki: 3.597 unit (-35,7%)4. Denza: 3.001 unit (-64,9%)5. VinFast: 2.642 unit (-80,2%)6. Mazda: 2.247 unit (+12,7%)7. GWM: 1.501 unit (+103,7%)8. BYD: 1.058 unit (-95,4%)9. FAW: 1.024 unit (+51,3%)10. Hyundai: 970 unit (-44,9%)