Mobil hybrid saat ini memang sudah banyak di jalanan. Toyota menjadi salah satu pionir di Indonesia, lalu hadir juga dari merek Honda, Nissan, Suzuki, sampai merek dari China seperti Chery, Jetour, MG, Jaecoo, Lepas, Changan, dan sebagainya. Sebenarnya kehadiran mobil hybrid di Indonesia sudah lama, lebih dari 10 tahun. Seiring berjalannya waktu, unit mobil hybrid yang awal mulai alami kerusakan pada baterainya. Dari sekian banyak model yang beredar, sedan Toyota Camry lansiran 2010 hingga 2015 menjadi model yang paling mendominasi populasi pengerjaan servis mobil hybrid di bengkel umum.   Toyota Camry Hybrid yang sudah servis baterai Toyota Camry Lansiran 2010–2015 Andrew Jonathan, Manager Domo Hybrid EV, mengungkapkan bahwa sebagian besar konsumen yang datang untuk melakukan perbaikan atau perawatan sistem hybrid merupakan pemilik Toyota Camry berusia sekitar 10 tahun. "Yang paling banyak hybrid servis saat ini Camry, yang tahun 2010 sampai 2015-an. Yang usianya sudah mulai 10 tahunan, itu sudah mulai kelihatan (masalahnya)," ujar Andrew kepada Kompas.com, Selasa (6/10/2026). Menurut Andrew, munculnya unit-unit Camry generasi tersebut ke bengkel umum merupakan hal yang wajar karena kendaraan sudah melewati masa garansi resmi diler serta membutuhkan peremajaan pada komponen baterai. Toyota Camry Hybrid yang sudah servis baterai Daya Tahan Baterai Melampaui Masa Garansi Meskipun sudah memasuki usia 10 tahun dan mulai mengalami penurunan fungsi, Andrew menilai kualitas serta daya tahan baterai hybrid bawaan Toyota tergolong sangat impresif. "Jujur saja untuk usia 10 tahun itu bagus. Untuk baterai kan garansi pabrkan biasanya 8 tahun, kalau bisa bertahan sampai 10 tahun sih oke banget," kata Andrew. Penyebab Kerusakan Baterai Pada mobil hybrid yang usianya sudah menyentuh 10 tahun, masalah utama yang sering ditemui adalah penurunan kapasitas baterai (State of Health) yang dipicu oleh suhu panas berlebih (overheat). Kondisi overheat pada baterai Camry lansiran lama umumnya disebabkan oleh pendingin (blower) yang sudah kotor oleh penumpukan debu, serta munculnya korosi pada plat penghubung antar-modul baterai. "Sistem pendingin Camry lama masih pakai blower. Nah, itu biasanya blower-nya kotor sehingga angin buat pendinginnya kurang, debunya juga menghambat masukan arus baterai. Efeknya baterai cepat panas dan kapasitasnya cepat nge-drop," jelas Andrew. Untuk mencegah kerusakan parah yang mengharuskan penggantian modul baterai secara keseluruhan, pemilik mobil hybrid berusia lanjut diimbau untuk rutin melakukan servis hybrid battery cleaning setidaknya setahun sekali guna membersihkan area blower dan mensterilkan penghubung antar modul dari korosi.