Harga bahan bakar minyak (BBM) yang semakin mahal membuat efisiensi konsumsi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pemilik mobil. Bagi pengguna mobil bensin, memiliki kendaraan yang irit bisa membantu menekan biaya mobilitas harian. Hal tersebut dirasakan Aditya Pratama, pemilik Suzuki Ignis GX keluaran 2018 yang berdomisili di Tangerang Selatan. Mobil dengan transmisi Auto Gear Shift (AGS) tersebut sudah digunakan Adit selama sekitar dua tahun untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Salah satu alasan dirinya memilih mobil tersebut adalah kondisi kendaraan yang masih sangat baik dan memiliki riwayat servis rutin di bengkel resmi. Namun, faktor utama yang membuat Adit tertarik adalah biaya kepemilikan yang relatif terjangkau dan konsumsi BBM yang irit. "Sebelum ada isu kenaikan harga BBM, sebenarnya saya membeli mobil ini di tahun 2024. Mobil ini saya beli karena kondisinya masih sangat mulus dan rutin servis berkala di bengkel resmi. Akhirnya saya mantap membeli," ujar Adit, kepada Kompas.com belum lama ini. Konsumsi Suzuki Ignis tembus 21,3 km per liter pada rute luar kota. Konsumsi BBM Tembus 20 Km per Liter Ketertarikan Adit terhadap Ignis sebenarnya sudah muncul jauh sebelum membeli mobil tersebut. Pada 2019, dia pernah meminjam Ignis untuk perjalanan Jakarta-Banyuwangi. Pengalaman tersebut membuatnya terkesan dengan efisiensi bahan bakarnya. Setelah memiliki kemampuan finansial, Adit bersama istrinya kemudian sepakat menjadikan Ignis sebagai salah satu pilihan mobil keluarga. Sebelum membeli, Adit juga sempat mempertimbangkan mobil lain di kelas 1.200 cc, seperti Mitsubishi Mirage dan Nissan March. Test drive Suzuki Ignis Namun, setelah membaca pengalaman pengguna Ignis di forum serta berdiskusi dengan rekan kerja yang menggunakan produk Suzuki, pilihannya semakin mengerucut. Untuk pemakaian harian, Adit menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer sekali jalan dari Cisauk menuju Pasar Minggu. Artinya, jarak pulang-pergi mencapai sekitar 60 kilometer atau sekitar 300 kilometer dalam lima hari kerja. "Perbedaannya tipis sekali. Penggunaan Pertalite mencatatkan angka sekitar 1:19 km/liter, sedangkan Pertamax bisa mencapai 1:20 hingga 1:21 km/liter," kata Adit. Test Drive Suzuki Ignis Dengan kapasitas tangki sekitar 32 liter, Adit harus merogoh kocek hingga Rp 320.000 sekali full tank. Sementara saat harga Pertamax mencapai Rp 15.950 per liter, biaya BBM mencapai Rp 510.400. Ketika menggunakan Pertalite, dia biasanya mengisi penuh pada Minggu malam dan baru kembali mengisi pada Senin atau Selasa pekan berikutnya. Saat indikator BBM tersisa sekitar dua bar, biaya yang dikeluarkan untuk mengisi kembali tangki hingga penuh sekitar Rp 60.000 sampai Rp 70.000.