Gelombang investasi kendaraan listrik (EV) asal China terus masuk ke Indonesia. Sejumlah produsen mulai membangun fasilitas produksi dan memperluas bisnisnya di Tanah Air, seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Kondisi tersebut membuka peluang bagi industri komponen lokal untuk ikut mengambil bagian dalam rantai pasok kendaraan listrik. Terlebih, pemerintah menargetkan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik hingga 60 persen pada 2027. Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Irianto Santoso mengatakan, perkembangan industri EV nasional memberikan ruang yang semakin besar bagi perusahaan komponen dalam negeri. komparasi Mobil Listrik Rp 200 Jutaan "Di tengah pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia, kami melihat peluang yang semakin besar bagi industri komponen lokal untuk mengambil peran lebih strategis dalam rantai pasok," ujar Irianto, kepada Kompas.com, Senin (7/9/2026). Menurut dia, pasar kendaraan listrik Indonesia selama ini masih didominasi produk impor utuh atau Completely Built Up (CBU). Kondisi tersebut membuat ruang bagi industri komponen lokal untuk masuk ke rantai pasok masih terbuka lebar. Momentum Industri Komponen Irianto menilai peningkatan persyaratan TKDN menjadi 60 persen pada 2027 dapat menjadi momentum bagi perusahaan komponen nasional untuk memperluas kontribusinya. DRMA sendiri terus meningkatkan kapabilitas manufaktur, kualitas produk, serta kemampuan pengembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan produsen kendaraan atau OEM. PT Dharma Polimetal (Dharma Group) Kebutuhan komponen setiap produsen EV, kata Irianto, tentunya berbeda. Hal tersebut bergantung pada model kendaraan, teknologi yang digunakan, serta tingkat lokalisasi yang ditargetkan. DRMA saat ini telah memiliki kemampuan untuk memproduksi beragam komponen, mulai dari body structure, chassis, suspension, wiring harness, interior, exhaust system, hingga komponen kelistrikan. Peresmian pabrik BYD di Indonesia, Kamis (3/9/2026). Untuk sejumlah komponen seperti body structure dan wiring harness, kebutuhan kendaraan listrik pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kendaraan bermesin konvensional. Namun, elektrifikasi juga menghadirkan kebutuhan baru. Salah satunya adalah battery casing serta berbagai komponen pendukung sistem dan ekosistem kendaraan listrik. DRMA juga memperluas portofolio bisnisnya untuk mendukung ekosistem EV. Pada GIIAS 2026 misalnya, perusahaan memperkenalkan sejumlah solusi seperti 2W, buffer charging, dan Battery Energy Storage System (BESS). PT Dharma Polimetal (Dharma Group) Jangan Hanya Jadi Tempat Relokasi Pabrik Peluang industrI komponen lokal muncul bersamaan dengan semakin banyaknya pemasok komponen asal China yang masuk ke Indonesia. Menurut pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, kehadiran pemasok China sebenarnya dapat menjadi perkembangan positif bagi industri nasional. Pasalnya, Indonesia masih membutuhkan kemampuan dalam sejumlah komponen inti bernilai tinggi, seperti elektronika daya, motor traksi, baterai, dan sistem kontrol. SPKLU Signature di Summarecon Mall Bekasi (SMB) hadir dengan spesifikasi industrial.