Standar Nasional Indonesia (SNI) kerap dianggap sebatas aturan mengenai ukuran atau spesifikasi sebuah produk. Padahal, bagi industri komponen otomotif, keberadaan SNI memiliki peran yang lebih luas. Standar tersebut dapat memberikan kepastian mengenai kualitas dan keamanan produk yang beredar, sekaligus menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat. Direktur PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), Darmawan Widjaja, mengatakan, standardisasi penting karena konsumen akan kesulitan jika setiap produk memiliki ukuran dan kualitas yang berbeda-beda. “Contohnya begini. Standard quality-nya harus bagaimana? Kelihatannya simple, ukuran-ukuran saja. Tapi kalau ukurannya berbeda-beda, kita sebagai konsumen yang membeli sesuatu mesti mencari ukurannya. Itu susah," katanya di Tangerang, Banten, akhir pekan lalu. "Misalnya kita mengganti part tertentu. Bayangkan kalau part tersebut ternyata ukurannya berbeda-beda, kualitasnya juga berbeda-beda. Mungkin kalau yang sudah pernah biasa belanja online, bentuknya mirip, ukurannya beda, kualitasnya beda. Pusing," katanya. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) ikut memeriahkan ajang Automechanika Jakarta 2026 Darmawan mengatakan, dengan adanya SNI maka ketentuan sebuah produk jauh lebih jelas. Hal itu berguna untuk konsumen dan juga produsen. "Contohnya ban saja. Kita yakin tidak, ban yang ada itu aman untuk kecepatan berapa? Cocoknya di jalan seperti apa? Kalau SNI-nya sudah di-establish, semua ban yang dijual di Indonesia memenuhi standar. Kita merasa aman dan tinggal memilih," katanya. "Bayangkan kalau barang impor dan kualitasnya berbeda-beda. Kan kita yang mesti berpikir sendiri, mana yang cocok, mana yang aman," ujarnya. "Buat konsumen berguna, dan juga buat industri. Jadi ada kejelasan," kata Darmawan. SNI SNI merupakan standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan digunakan sebagai acuan terhadap berbagai produk, proses, maupun layanan di Indonesia. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) ikut memeriahkan ajang Automechanika Jakarta 2026 Dalam industri otomotif, standardisasi menjadi penting karena komponen kendaraan berkaitan langsung dengan fungsi dan keselamatan kendaraan. Komponen seperti ban, sistem pengereman, lampu, hingga berbagai bagian kendaraan lainnya tidak cukup hanya memiliki bentuk yang sesuai. Produk juga harus memenuhi persyaratan tertentu agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. "Bayangkan begini. Kita mau jualan ban, tiba-tiba ada produk dari luar dengan kualitas lebih rendah. Terus dia mengklaim, misalnya, bisa begini, padahal tidak. Sementara kita punya kualitas lebih tinggi," katanya. "Tapi kalau semua produk yang ada di Indonesia memenuhi standar SNI, aman,” kata Darmawan. Karena itu, SNI memberikan batas atau acuan yang lebih jelas mengenai karakteristik dan persyaratan produk yang beredar di pasar. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) ikut memeriahkan ajang Automechanika Jakarta 2026 Kepastian Industri Dalam konteks pengembangan industri komponen nasional, standardisasi juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas produk dalam negeri. Pelaku industri harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebelum produknya dapat dipasarkan untuk kategori produk yang wajib SNI. Proses tersebut memang membutuhkan investasi, baik dari sisi teknologi, pengujian, maupun pengendalian kualitas. Namun, standar yang diterapkan secara konsisten dapat memberikan kepastian bagi industri dan konsumen. Bagi produsen komponen, standar yang jelas juga dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kemampuan manufaktur dan kualitas produk. Sementara bagi konsumen, keberadaan standar memberikan dasar yang lebih sederhana untuk memilih produk.