Pada 2024, Pemerintah Indonesia menargetkan 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit kendaraan listrik roda dua mengaspal pada tahun 2030. Target tersebut kemudian dipangkas menjadi 2,9 juta hingga 3,8 juta unit. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 85.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN). Dalam dokumen tersebut, pemerintah menargetkan penetrasi kendaraan listrik hingga 2030 khusus motor listrik mencapai 2,9 juta hingga 3,8 juta sepeda motor listrik. Meski targetnya sudah jauh lebih rendah, pencapaian target dianggap tetap tidak mudah. Pasalnya, waktu menuju 2030 kini hanya tersisa sekitar tiga setengah tahun. Namun, Komisaris Sunra Indonesia, Ismeth Wibowo optimistis target tersebut masih dapat dicapai, terutama jika pemerintah kembali memberikan insentif pembelian motor listrik. Motor listrik Sunra "Ya, kalau saya yakin. Dengan nanti pemerintah meluncurkan program insentif, saya yakin," ujar Ismeth yang ditemui di Jakarta, Jumat (25/7/2026). Menurut Ismeth, produk yang dimiliki Sunra juga siap bersaing untuk mendorong adopsi motor listrik di Indonesia. "Yakin dengan motor yang kita miliki, dari segi jangkauan baterainya, daya tahan baterai, jarak tempuh, model, dan kenyamanan," ujarnya. Insentif Untuk itu Ismeth berharap pemerintah segera merealisasikan kembali program insentif pembelian motor listrik yang sempat diwacanakan sebesar Rp 5 juta per unit. Menurut dia, kebijakan tersebut dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendongkrak penjualan kendaraan listrik roda dua. Komisaris Sunra Indonesia Ismeth Wibowo Sebab insentif menjadi faktor terpenting untuk mempercepat adopsi motor listrik karena harga masih menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar konsumen. "Mudah-mudahan bulan depan ini, pemerintah jadi memberikan insentif buat motor listrik sebesar Rp 5 juta per unit," katanya. Ia menjelaskan, skema penyaluran insentif nantinya berbeda dengan program sebelumnya. Bantuan tidak diberikan langsung kepada konsumen, melainkan melalui perusahaan yang ditunjuk pemerintah. "Akhir kemarin Menteri Keuangan, sudah mengatakan. Tapi akan diberikan bukan kepada orangnya langsung, melainkan kepada perusahaan tertentu yang nanti akan ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian," katanya. Pekerjaan Rumah Pada sisi lain, Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro lebih bersikap realistis, dan menilai target tersebut hanya bisa tercapai apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama. Honda CUV e: di IIMS 2026 "Balik lagi, tadi ada ambisi juga, kan," kata Octa kepada wartawan belum lama ini. "Ya akhirnya semua pihak harus melihat. Dan semua pihak punya PR (pekerjaan rumah). Kalau memang mau ke sana, ya kita harus sama-sama melihat realitanya seperti apa," ujarnya. Menurut Octa, target yang ditetapkan pemerintah penting sebagai arah pengembangan industri kendaraan listrik. Namun kecepatan untuk mencapainya harus disesuaikan dengan kondisi pasar. "Kalau saya kasih perumpamaan, bendera kan sudah ditancapkan di atas gunung, gitu kan. Tapi pada akhirnya, kecepatan untuk mencapai ke sana berbeda-beda. Mungkin diperlukan penyesuaian," kata Octa. Populasi Populasi sepeda motor listrik di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, meski masih jauh dari target pemerintah. Motor listrik Sunra Berdasarkan data Kementerian ESDM, jumlah sepeda motor listrik yang beredar meningkat dari 31.101 unit pada 2022 menjadi 229.820 unit pada 2025. Artinya, dalam tiga tahun terjadi penambahan sekitar 198.700 unit. Lonjakan terbesar terjadi pada 2023 hingga 2024 saat pemerintah memberikan insentif pembelian motor listrik sebesar Rp 7 juta per unit. Program tersebut berhasil mendorong penjualan secara signifikan. Namun, setelah insentif berakhir pada akhir 2024, pertumbuhan pasar mulai melambat. Penambahan populasi dari 2023 ke 2024 mencapai sekitar 77.000 unit, sedangkan pada periode 2024 ke 2025 turun menjadi sekitar 59.000 unit. Berdasarkan data terakhir perkembangan populasi sepeda motor listrik di Indonesia adalah sebagai berikut: 2020: 3.357 unit2021: 13.903 unit2022: 31.101 unit2023: 93.510 unit2024: 170.588 unit2025: 229.820 unitFebruari 2026: 236.451 unit