PT Astra Honda Motor (AHM) tetap optimistis Honda Vario Evo 160 mampu mencapai target penjualan sebanyak 300.000 unit per tahun. Keyakinan tersebut didasarkan pada prospek pasar sepeda motor yang masih dinilai positif di tengah kondisi ekonomi saat ini. Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan roda dua masih terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas. "(Masih) mungkin," kata Octa panggilannya kepada wartawan, akhir pekan lalu. Octa mengatakan, sejauh ini penerimaan masyarakat terhadap Vaio Evo 160 cukup baik dan masih sesuai jalur. Namun ia enggan menungkap jumlah penjualan secara detail. Honda Vario Evo 160 meluncur di Jakarta-Tangerang Vario Evo 160 sendiri meluncur pada akhir Juni dan mulai dikirim ke diler serta konsumen pada Juli 2026. Kebutuhan Mobilitas Octa melihat keputusan masyarakat membeli motor dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama daya beli dan kebutuhan mobilitas sehari-hari. "Karena daya beli dan kebutuhan mobilitas itu membentuk market, ya," katanya. "Orang butuh kalau punya daya beli, kebutuhan mobilitas itu kan juga beda-beda pilihannya. Bisa motor, bisa mobil, bisa transportasi umum. Nah, di segmen motor itu sendiri saat-saat ini memang kalau secara data terlihat ada kenaikan," katanya. Octa menjelaskan bahwa pasar motor masih terus mendapatkan tambahan konsumen baru setiap tahun. Honda Vario Evo 160 Sebagian pembeli merupakan pengguna mobil yang beralih, kemudian pemilik motor lama yang mengganti unit, dan sebagian lainnya benar-benar membeli motor untuk pertama kalinya. "Nah, kami tidak melihat 100 persen karena bergesernya yang atas turun itu tidak selalu terjadi seperti itu," kata Octa. "Mungkin kalau dia menambah alternatif mobilitas, iya. Jadi, bukan berarti terus dia jual mobilnya, lalu beli motor, tidak begitu," ujarnya. "Namun, nanti dia akan memilih pola perjalanan sehari-hari yang mana akan pakai motor, yang mana pakai mobil," katanya. Honda Vario Evo 160 Konsumen Baru Octa mengatakan, pertumbuhan pasar motor tidak semata-mata berasal dari konsumen yang beralih dari mobil ke motor. Menurut dia, karakter pembeli kendaraan roda dua dan roda empat memiliki pertimbangan yang berbeda. "Sedangkan kalau real new customer di motor ini akan selalu ada, pembeli motor baru," katanya. "Kalau di kami, datanya sebagian pembeli motor itu orang yang sudah pernah punya motor. Sebagian lagi adalah yang benar-benar sebelumnya, di data kami pun tidak pernah punya motor," ujarnya.