PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan kesiapan menghadapi periode bulan Ramadhan, Idul Fitri 1448 H, serta arus mudik dan balik Lebaran 2026. Persiapan dilakukan dengan mengedepankan kolaborasi lintas pihak guna memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat di jalan tol. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa pengelolaan jalan tol tidak bisa dilakukan secara parsial, dibutuhkan sinergi antar-stakeholder, kesamaan perhitungan, dan prediksi lalu lintas. "Ya, kolaborasi ini menjadi utama. Jadi karena mengelola jalan tol ini juga harus dipastikan dengan perhitungan, dengan prediksi yang sama dan memastikan bahwa seluruh ruas ini dilalui oleh masyarakat," kata Rivan di acara Mudik Outlook 2026, di Menara KOMPAS, Selasa (27/1/2026). Contraflow berlaku dari Km 47-Km 70 Tol Japek, 1 april 2025 "Dengan pengelolaan yang baik, dengan kerjasama stakeholder termasuk pengambilan keputusan pada saat apakah diperlukan contraflow atau one way," ujarnya. Rivan menjelaskan, pengalaman pengelolaan arus lalu lintas saat libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menjadi modal penting dalam menghadapi lonjakan mobilitas saat mudik Lebaran 2026. "Dan ini terbukti bahwa di dalam pelaksanaan Nataru kemarin terima kasih, apresiasi atas kepuasan ini. Ini bukti bahwa kolaborasi yang sangat baik dan kerjasama dari seluruh pihak termasuk masyarakat," ujarnya. "Salah satu contoh adalah pada saat Nataru di arus berangkat tanggal 24 Desember itu adalah arus tertinggi di jalan tol, mencapai 201.000 kendaraan, dan karena mungkin kondisi hujan, sehingga dibukalah beberapa contraflow," katanya. One way lokal di Tol Semarang-Solo Mudik Lebaran 2025 "Tapi, yang menarik adalah pada saat arus kembali di tanggal 4 Januari (2026) dengan jumlah yang sama 201.000 kendaraan tidak perlu contraflow," ujar Rivan. Sebab keberhasilan pengendalian arus tidak hanya ditentukan oleh rekayasa lalu lintas, tetapi juga oleh kepatuhan masyarakat dalam mengikuti informasi dan imbauan perjalanan. Penyampaian informasi lalu lintas secara akurat dan real time kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama, agar pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan menghindari kepadatan. "Masyarakat ternyata menggunakan informasi yang diberikan oleh seluruh stakeholder dan memasuki Jakarta dengan 201.000 (kendaraan) tanpa adanya contraflow atau pengaturan rekayasa lintas," katanya. "Ini adalah berkat masyarakat pun yang melakukan perjalanan dengan sangat baik dan tertib," ujar Rivan. Link pantauan arus mudik Lebaran 2025 - Arus lalu lintas di Km 57 jalan tol Jakarta-Cikampek, Kamis (27/3/2025) pukul 15.00 WIB. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang