Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, memaparkan strategi manajemen lalu lintas di ruas tol untuk mengantisipasi kemacetan pada arus mudik Lebaran 2026 mendatang. Menurut Agus, upaya itu tidak dilakukan asal-asalan, tetapi dengan perhitungan dan skenario yang matang berdasarkan evaluasi pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Polri bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai skenario pengaturan lalu lintas, termasuk penerapan contraflow dan one way yang diimplementasikan secara terstruktur. Ilustrasi Tol Kalikangkung, Kota Semarang , Jawa Tengah saat mudik Lebaran 2025 “Ada perlambatan di tol, kita sudah punya parameter-parameter dengan Pak Dirut Jasa Marga.Ketika satu jam di radar sudah 5.500 (kendaraan), kita sudah eksekusi lakukan contraflow. Ketika berturut-turut 6.500 (kendaraan) melintasi radar, kita sudah bisa mengeksekusi one way lajur dua," kata Agus di acara Mudik Outlook 2026, di Jakarta, belum lama ini. Contraflow akan diberlakukan saat volume kendaraan mencapai ambang tertentu, sementara one way akan diterapkan jika kepadatan sudah tidak bisa diurai hanya dengan contraflow. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar arus dan mencegah terjadinya antrean panjang yang berpotensi memicu kemacetan parah. "Ketika contraflow lajur satu dan lajur dua masih penuh, kita bisa melakukan eksekusi one way sepenggal di tahap pertama di lokasi one way nasional," ujarnya. Contraflow berlaku dari Km 47-Km 70 Tol Japek, 1 april 2025 "Sehingga rangkaian panjang arus yang tinggi itu sudah kita siapkan tata kelola manajemen lalu lintas, baik alih arus, baik contraflow, maupun one way. Ini bagian dari solusi untuk menghindari kemacetan," ujarnya. Dengan pendekatan ini, Agus berharap penerapan rekayasa lalu-lintas akan lebih efektif sehingga masyarakat yang mudik dan balik bisa lebih nyaman, aman, dan lancar dalam perjalanannya. "Karena ini Lebaran, saya yakin banyak kendaraan yang melintasi tol dan arteri, dan semuanya sudah kita kelola berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, baik di Gadog, Puncak, Mengkreng, Jawa Timur, Malang Raya, maupun di Bali," ujarnya. "Semuanya sudah kita persiapkan manajemennya,” kata Agus. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang