Kondisi jalanan dari Jakarta menuju Sukabumi biasanya macet di akhir pekan. Kendaraan yang melintas di Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) kerap terjebak antrean saat keluar dari tol. Direktur Utama PT TJT Abdul Hakim Supriyadi mengatakan, kemacetan menuju Sukabumi bukan terjadi di jalur tol, melainkan setelah kendaraan keluar menuju jalan nasional. Aktivitas lalu lalang kendaraan di Tol Bocimi get Parungkuda Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/3/2025) sore. "Masalahnya bukan di jalan tolnya sendiri, cuma begitu keluar ke jalan nasionalnya, itu yang memang dekat dengan sana ada beberapa titik yang jadi pusat aktivitas masyarakat sehingga menjadi pusat kemacetan, antara lain Pasar Cibadak, ya, itu yang cukup panjang juga (kemacetannya)," kata Abdul Hakim dalam media visit, belum lama ini. Dari pihak pengelola tol dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, akan disiapkan rekayasa lalu lintas penutupan GT Parungkuda. Sehingga kendaraan yang mengarah ke Sukabumi bisa tersebar lewat GT lainnya dan tidak terpusat di satu pintu. Selain keluar bukan di ujung Tol Bocimi, yakni GT Parungkuda, pengguna jalan juga bisa melintasi alternatif lain agar tidak terjebak kemacetan di pintu keluar tol. Berikut Rute Alternatif dari Jakarta ke Sukabumi: 1. Lewat Bogor - Ciawi - Cicurug Rute Bogor - Ciawi - Cicurug merupakan jalan paling umum sebelum adanya Tol Bocimi bagi pengendara yang ingin pergi ke Sukabumi. Kondisi jalannya relatif lebih lancar setelah adanya Tol Bocimi. Paling tidak, kepadatan biasa terjadi di daerah Ciawi. 2. Lewat Cianjur (Alternatif Selatan) Rute selanjutnya lewat Cianjur cocok untuk pengendara yang ingin berkendara santai karena perjalanannya lebih jauh. Pertama mengarah ke Puncak, kemudian ke Cianjur, dan nanti tembus di Sukabumi Selatan. Kelebihannya, pemandangan selama perjalanan lebih indah. Namun, kekurangannya, sering padat di kawasan Puncak mengingat daerah tersebut menjadi lokasi wisata. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang