Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi memang jadi salah satu jalanan yang mempersingkat perjalanan dari Jakarta atau Bogor menuju Sukabumi. Tapi biasanya di akhir pekan atau menjelang libur panjang, kerap terjadi kemacetan di pintu keluar tol. Biasanya paling sering terjadi di Gerbang Tol exit Parungkuda, paling ujung. Direktur Utama PT TJT Abdul Hakim Supriyadi mengatakan, kemacetan bukan terjadi di jalur tol, melainkan setelah kendaraan keluar menuju jalan nasional. Kondisi kemacetan di Exit Tol Bocimi GT Parungkuda, Rabu (2/4/2025). "Begitu keluar ke jalan nasionalnya itu memang dekat dengan beberapa titik yang jadi pusat aktivitas masyarakat sehingga jadi pusat kemacetan, antara lain Pasar Cibadak ya, itu yang cukup panjang juga (kemacetannya)," kata Abdul Hakim saat media visit belum lama ini. Berdasarkan pantuan, setelah exit tol Parungkuda kondisi jalannya menyempit, dari empat lajur menjadi dua. Makanya mudah sekali memicu kemacetan karena bentuk jalan yang bottle neck. Untuk mengantisipasi hal tersebut, TJT melakukan sejumlah koordinasi dengan stakeholders terkait. Memastikan kesiapan menghadapi waktu paling sering macet, seperti akhir pekan atau libur panjang. Opsi yang disiapkan antara lain sistem buka-tutup serta penutupan beberapa gerbang tol sebelum GT Parungkuda untuk mengalihkan arus ke gerbang lain. "Kalau memang padat banget nanti sistemnya buka tutup, kemudian penutupan di beberapa gerbang sebelum (GT Parungkuda) itu sehingga tidak menunggu di sana dan dialihkan ke gerbang lain," ujarnya. GM Operation PT TJT Said Sudiarto menambahkan, perusahaan telah menyiapkan skema khusus apabila antrean kendaraan menuju GT Parungkuda mengular 3 kilometer atau mencapai Km 70. Atas diskresi kepolisian, terutama Korlantas dan Polres Sukabumi, arus kendaraan dapat dialihkan menuju GT Cigombong. "Kami nanti di sini akan membagi kendaraan yang akan mengarah ke Sukabumi, karena kalau terlalu lama di jalan nasional ini kita ada beberapa potensi ya akibatnya. Kadang-kadang di sini tidak bisa cari makan dan cari minum, nah ini kita akan alihkan ke arah luar untuk (GT) Cigombong," kata Said. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang