Viral di media sosial Toyota Avanza mengangkut 12 orang dengan kondisi pintu bagasi terbuka dan ditutup terpal. Lebih parahnya lagi, ada motor diangkut di atap!Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat Avanza ditutupi terpal di bagian pintu bagasi dan juga sisi samping. Rupanya, pintu bagasi itu tak tertutup rapat. Terpal itu diikat dengan tali yang disangkutkan ke pintu hingga bemper mobil. Kasat Lantas Polres Luwu AKP Sarifuddin mengungkap Avanza berkelir hitam itu diisi oleh 13 orang di dalamnya termasuk sopir. Sopir melakukan modifikasi mobil dengan menambahkan kursi di bagian bagasi belakang hingga melebihi dimensinya. Alhasil posisi kursi itu terlihat menggantung dan ternyata di bawahnya ditopang kayu. Adanya penambahan empat kursi membuat pintu bagasi harus terbuka separuhnya. Selanjutnya bagian yang terbuka di sisi kanan kiri, dan bawah tersebut ditutupi terpal."Mobil dari Morowali, penumpangnya dia dari Morowali kerja, terus katanya sudah tidak ada mobil di sana. Terus saling negosisasi dengan sopir, katanya dia tambahkan kursi di belakang dengan biaya turun dari Rp 600 ribu menjadi Rp 400 ribu," kata Sarifuddin dikutip detikSulsel.[Gambas:Instagram]Belum habis sampai di situ, di atap mobil bahkan ada sebuah motor. Selain motor, terlihat juga ada barang lain di atas yang ditutupi terpal. Polisi akhirnya membongkar mobil tersebut dan mengembalikan ke posisi kursi seharusnya. Pihak kepolisian juga tak melakukan penindakan sekalipun itu pelanggaran dan jelas membahayakan."Tidak ada sanksi, ini kegiatan kemanusiaan. Dia cuma mau pulang lebaran ama keluarganya, kami cuma rapikan mobilnya, karena khawatir dia kena musibah," katanya lagi.Untuk diketahui, Toyota Avanza memiliki kapasitas maksimal tujuh orang, termasuk sopir. Kalau ini muatannya sampai 13 orang dan juga mengangkut motor, sudah jelas overload dan membahayakan."Overload adalah kondisi di mana beban kendaraan berlebih yang pasti mengganggu keseimbangan kendaraan. Ini tidak mudah karena si pengemudi harus sensitif," kata Praktisi keselamatan berkendara yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana belum lama ini.Sony menegaskan bahwa kendaraan sudah didesain kemampuannya terhadap daya angkut sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Saat kendaraan dipaksa memuat beban berlebih, yang terjadi adalah kerja suspensi semakin berat."Dan ketika kendaraan berjalan akan oleng. Jumlah penumpang yang ada di dalam kabin harus sesuai dengan jumlah safety belt yang berfungsi. Sehingga sudah terbatas secara keamanan," tutur Sony.