Pada 2024, Pemerintah Indonesia menargetkan 2 juta unit mobil listrik dan mengaspal pada tahun 2030. Dari target tersebut, diharapkan terjadi penghematan energi sebesar 29,79 Million Barrel Oil Equivalent (MBOE) dan reduksi emisi gas buang sebanyak 7,23 juta CO2. Namun angka tersebut berubah melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 85.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN). Pada bagian IV.B.3.d mengenai Kendaraan Bermotor Listrik, diharapkan penetrasi kendaraan listrik dilakukan dengan mempercepat penjualan hingga 2030, meliputi 0,4-0,6 juta mobil listrik, 2,9-3,8 juta sepeda motor listrik, 4.500-6.000 bus listrik, serta 81.000-107.000 truk listrik. Khusus untuk motor listrik, meski dari uraian tersebut jumlahnya turun jauh dibandingkan rencana sebelumnya, pencapaiannya tetap dinilai tidak mudah. Pengemudi sepeda motor berbaris menunggu pembukaan Jalan Kapten Tendean arah Pancoran usai pembongkaran JPO Tendean, Selasa (14/7/2026). Pasalnya, waktu menuju 2030 kini hanya tersisa sekitar tiga setengah tahun. Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro mengatakan, seluruh pihak memiliki pekerjaan rumah jika angka tersebut ingin tercapai. "Balik lagi, tadi ada ambisi juga, kan," kata Octa kepada wartawan akhir pekan lalu. "Ya akhirnya semua pihak harus melihat. Dan semua pihak punya PR. Kalau memang mau ke sana, ya kita harus sama-sama melihat realitanya seperti apa," ujarnya. Menurut Octa, target yang telah ditetapkan memang penting sebagai arah bersama. Namun, kecepatan untuk mencapainya bisa berbeda-beda. "Kalau saya kasih perumpamaan, bendera kan sudah ditancapkan di atas gunung, gitu kan. Tapi pada akhirnya, kecepatan untuk mencapai ke sana berbeda-beda. Mungkin diperlukan penyesuaian," kata Octa. Motor listrik Honda Icon e di IIMS 2026 Pasar AHM pernah memberikan potongan harga besar untuk motor listriknya pada Juli 2025. Lewat jaringan diler, motor listrik Honda CUV e, EM1 e dan Icon e mendapat rabat besar. Besaran diskonnya bahkan mencapai lebih dari separuh harga jual sehingga mendapat respons positif dari masyarakat dan membuat stok promo cepat habis. Namun, menurut Octa, strategi tersebut belum tentu menjadi solusi untuk mendorong pertumbuhan pasar secara berkelanjutan. "Balik lagi kelihatannya besar, tapi sebanyak apa, akan seberapa besar membentuk market? Maksudnya begini, memang itu hal yang normal dalam product life cycle atau market life cycle," ujarnya. Menurut dia, pasar motor listrik di Indonesia saat ini masih berada pada tahap awal sehingga konsumen yang membeli belum sepenuhnya menggantikan pengguna motor konvensional. Jajaran motor listrik Honda "Pada tahap early stage, itu hanya sebagian kecil. Saat ini pembeli motor listrik, menurut saya, itu belum benar-benar menggantikan total konsumen sepeda motor," ujar Octa. "Jadi mungkin pada tahap-atahap awal, biasanya motor listrik itu menjadi motor kedua," kata Octa. Padahal, menurut Octa, saat ini sudah tersedia berbagai pilihan motor listrik dengan performa yang memadai dan harga yang relatif terjangkau. "Nah, pertanyaannya balik lagi. Sekarang pun di market sudah ada produk-produk dengan performa yang menurut kita sudah cukup untuk menggantikan," ujar Octa. "Harganya pun juga tidak mahal. Tapi kembali lagi, ujung-ujungnya market-nya juga belum terlalu bergerak," katanya. Motor listrik Honda di booth Honda pada ajang Jakarta Fair 2026 Realistis AHM sebelumnya menargetkan penjualan kumulatif 1 juta unit motor listrik pada 2030. Target tersebut merupakan bagian dari roadmap elektrifikasi Honda yang diumumkan pada akhir 2022. Dalam peta jalan tersebut, Honda berencana menghadirkan sedikitnya tujuh model motor listrik di Indonesia. Namun, dengan waktu menuju 2030 yang semakin singkat, AHM memilih bersikap realistis terhadap pencapaian target tersebut. Octa mengatakan, realisasi penjualan tidak hanya bergantung pada ambisi perusahaan, tetapi juga penerimaan pasar. "Ya, kita mesti realistis juga. Karena ambisi itu satu hal, tetapi ketika realisasi, kita juga melihat penerimaan dari pasar," ungkap Octa. Swap baterai motor listrik Honda Saat ditanya mengenai total penjualan motor listrik Honda hingga saat ini, Octa enggan membeberkan angkanya. "Saya lupa kalau itu angkanya ya," kata Octa. Hingga pertengahan 2026, AHM telah memasarkan empat model motor listrik, yakni EM1 e:, EM1 e: Plus, ICON e:, dan CUV e:. Artinya masih ada tiga model lagi yang berpotensi diluncurkan apabila tetap mengikuti roadmap yang telah diumumkan sebelumnya. Meski demikian, Octa belum bersedia mengungkapkan detail rencana tersebut. "Masih kita upayakan. Nanti dilihat aja," ujarnya. Motor Listrik Honda WN7 di EICMA 2025 Populasi Pada sisi lain, populasi motor listrik di Indonesia memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah motor listrik yang beredar naik dari 31.101 unit pada 2022 menjadi 229.820 unit pada 2025. Artinya, dalam kurun tiga tahun terjadi penambahan sekitar 198.700 unit. Lonjakan terbesar terjadi pada periode 2022 hingga 2024, ketika pemerintah memberikan insentif pembelian motor listrik sebesar Rp 7 juta per unit. Program tersebut mendorong penjualan meningkat signifikan. Namun, setelah subsidi dihentikan pada akhir 2024, pertumbuhan pasar mulai melambat. Jika penambahan populasi dari 2023 ke 2024 mencapai sekitar 77.000 unit, maka pada periode 2024 ke 2025 kenaikannya sekitar 59.000 unit. Perkembangan populasi motor listrik di Indonesia: 2020: 3.357 unit2021: 13.903 unit2022: 31.101 unit2023: 93.510 unit2024: 170.588 unit2025: 229.820 unitFebruari 2026: 236.451 unit *data ESDM