- Viral di media sosial gerakan stop bayar pajak kendaraan di Jateng. Ini dipicu kenaikan pajak kendaraan yang disbut nilainya 'gila-gilaan'. Tak sedikit di antara mereka menyatakan untuk stop membayar pajak pada tahun ini dan memilih untuk menunggu pemutihan pajak. Berkait viralnya gerakan masyarakat Jawa Tengah untuk stop membayar pajak, beberapa pejabat yang diminta konfirmasi justru menghindar. Melansir Tribunjateng.com, pejabat yang dimintai komentar terkait hal tersebut justru kabur dan memilih bungkam. Beberapa pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng enggan menanggapi soal pungutan pajak opsen ini dan kenaikan tarif pajak BBNKB. Kepala Bapenda Jateng, Muhammad Masrofi misalnya yang berkaitan langsung terkait dengan pajak pun enggan merespon. Hal yang sama diungkapkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jateng, Hanung Triyono. "Tidak, tidak (mau komentar)," ujarnya sembari berlari ke arah kamar mandi Gedung B Lantai 5 Ruang Rapat Gedung Provinsi Jateng.