BYD Motor Indonesia sedang melakukan tes pasar dengan memamerkan Denza B5 pada BCA Expoversary 2026 di ICE BSD. Pabrikan asal China tersebut ingin melihat respons pasar soal model dan pasar mobil hybrid. Untuk diketahui, Denza B5 dibekali dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). BYD menyebutnya juga dengan Dual Motor (DM). Jika jadi dipasarkan, maka mobil ini akan menjadi mobil hybrid pertama BYD di Indonesia. Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, mengatakan, PHEV bisa juga merupakan satu alternatif teknologi tertentu yang masih menghadapi tantangan di sisi infrastruktur. Denza B5 di BCA Expoversary 2026 "Kalau dilihat, teknologi DM yang dimiliki BYD ini juga adalah teknologi yang sangat advance dibandingkan dengan hybrid biasa. Bahkan, di beberapa negara, DM ini dikenal juga sebagai EV, karena dia berbasis motor dan kapasitas baterainya jauh lebih besar dari sekadar teknologi biasa," ujar Luther, kepada wartawan, saat acara Tech Talk, di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, di JIExpo Kemayoran, Selasa (10/2/2026). "Memang saya harus akui Indonesia perlu atau masyarakat kita perlu lebih diperkenalkan perbedaan signifikan antara hybrid biasa dan PHEV, karena saya hanya concern bahwa ini teknologi yang baru ini hanya dianggap sebagai hybrid biasa," kata Luther. Luther menambahkan, pihaknya akan lebih banyak memperkenalkan platform-platform yang berbasis juga DM. Ke depan, BYD sedang merencanakan produk-produk tersebut untuk menjadi showcasing bagaimana DM ini bisa menembus juga limit-limit tertentu yang hanya dimiliki mobil ICE dan hybrid biasa. Denza B5 "Saya rasa sekarang ini juga masyarakat Indonesia tidak terlalu lama mempelajari teknologi-teknologi baru, karena kami mengalami langsung di teknologi yang kami bawa cukup bisa langsung diserap," ujar Luther. "Sehingga, memang fasenya kita harus perlahan-lahan agar memberikan penerangan yang lebih clear, apa sih perbedaan yang paling dasar, antara DM, yaitu PHEV, dan hybrid biasa, bahkan ICE. Tapi, salah satu yang mungkin bisa lebih mudah diserap sebenarnya adalah soal efisiensi," kata Luther. PHEV memang mampu menghasilkan konsumsi BBM yang lebih hemat, dibandingkan dengan mobil hybrid biasa atau full hybrid. Sebab, sebagian tenaganya juga menghasilkan listrik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang