Pabrik BYD di Subang bakal segera beroperasi. Apa model pertama yang bakal diproduksi di pabrik Subang tersebut?BYD tengah mengebut pembangunan pabrik perdananya di Subang. Pembangunan pabrik di Kawasan Industri Subang Metropolitan itu sudah nyaris rampung. Head of PR and Government BYD Indonesia Luther Panjaitan mengungkap, sejatinya fasilitas di pabrik BYD Subang itu sudah selesai. Meski begitu, ada beberapa proses yang masih harus dijalani BYD sebelum pabrik beroperasi penuh. "Kita sudah mendapatkan tiga sertifikasi penting untuk beroperasi, yaitu sertifikat standar, kemudian WMI itu untuk tanda pengenal NIK kendaraan kemudian ada sertifikasi IKD artinya fasilitas ini sudah sangat siap untuk memproduksi kendaraan nasional," terang Luther belum lama ini.Pun menyoal model yang bakal diproduksi pertama kali juga belum terungkap. Untuk diketahui, saat ini ada enam mobil listrik BYD yang dijual di dalam negeri yaitu Seal, M6, Dolphin, Atto 3, Sealion 7, dan Atto 1. Keenam model itu masih berstatus impor secara utuh alias Completely Build Up (CBU) dari Negeri Tirai Bambu.Adapun BYD merupakan salah satu perusahaan yang bisa memanfaatkan insentif namun dengan komitmen investasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Investasi No. 6 Tahun 2023 jo No. 1 Tahun 2024.Produsen yang memiliki komitmen investasi itu harus mulai memproduksi mobil listrik di dalam negeri paling lambat 1 Januari 2026. Dalam rentang Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2027, pabrikan mobil listrik itu harus memproduksi mobil dengan jumlah dan spesifikasi teknis yang minimal sama dengan yang diimpor.Selain itu, mobil listrik yang diproduksi lokal harus memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal yang sudah ditentukan pemerintah. Aturan tentang TKDN mobil listrik telah ditetapkan di Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 55 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Menurut Perpres itu, TKDN mobil listrik produksi lokal wajib mencapai 40 persen pada 2022-2026. Lalu naik menjadi 60 persen pada 2027-2029 dan 80 persen mulai 2030."Sampai saat ini kita belum bisa menentukan, namun secara idealnya kami akan memfokuskan produk-produk yang secara volume itu mampu meng-absorb volume yang cukup tinggi. Yang kedua secara pengaturan produksi ada pengaturan tertentu nanti bagian dari manufaktur yang bisa menjelaskan," jelas Luther.Kalau berkaca pada pernyataan tersebut, saat ini ada dua model utama BYD yang menjadi kontributor terbesar dalam penjualan yaitu Atto 1 dan M6. Tak cuma itu, merek Denza juga tak bisa dikesampingkan. Sebab di segmen premium, penjualan Denza lebih unggul dari merek lainnya.