Industri kendaraan listrik global terus bergerak dinamis dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan yang semakin ketat mendorong setiap pabrikan berlomba menghadirkan inovasi terbaiknya. Dalam situasi tersebut, BYD berhasil menempatkan diri sebagai salah satu pemain utama, baik dari sisi volume penjualan maupun penguasaan teknologi. Secara global, BYD menunjukkan performa yang konsisten. Perusahaan asal China tersebut tidak hanya memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), tetapi juga mengembangkan kendaraan plug-in hybrid (PHEV) dengan pendekatan teknologi terintegrasi. Strategi ini membuat BYD mampu menjangkau spektrum pasar yang lebih luas, dari segmen mass market hingga premium. Keunggulan BYD tidak terlepas dari kemampuannya mengendalikan rantai pasok secara vertikal. Produksi baterai, motor listrik, hingga semikonduktor dilakukan secara mandiri. Pendekatan tersebut membuat efisiensi biaya dan kontrol kualitas lebih terjaga, terutama di tengah fluktuasi harga bahan baku global. Booth BYD di IIMS 2026 Salah satu inovasi penting yang menjadi tulang punggung produknya adalah Blade Battery, yang diklaim memiliki tingkat keamanan dan daya tahan lebih baik dibandingkan baterai konvensional. Teknologi ini turut memperkuat citra BYD sebagai produsen yang tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga aspek keselamatan dan efisiensi energi. Ekspansi BYD berlangsung agresif di pasar internasional. Setelah menguasai pasar domestik China, perusahaan ini memperluas penetrasi ke Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, hingga Australia. Model-model yang ditawarkan pun beragam, mulai dari sedan, SUV, hingga kendaraan komersial listrik. Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, mengatakan, secara global, perjalanan BYD telah mengubah peta industri otomotif dunia, khususnya di New Energy Vehicle (NEV). Pengunjung menjajal langsung interior mobil listrik BYD di ajang IIMS 2026, Jakarta, Jumat (13/2/2026). "Di tahun 2025 ini, BYD telah memproduksi 15 juta NEV di seluruh dunia. Di tahun yang sama, BYD telah menjual lebih dari 4,6 juta unit NEV dan mengukuhkan posisi sebagai global sales champion," ujar Luther, saat ditemui di IIMS 2026, belum lama ini. Pasar Indonesia turut merasakan dampak ekspansi tersebut. Kehadiran BYD menambah dinamika kendaraan listrik nasional saat pemerintah mendorong percepatan elektrifikasi melalui berbagai insentif, termasuk kebijakan pajak dan pengembangan ekosistem baterai. Komunitas BYD, BEYOND Community, di IIMS 2026 Luther mengatakan, pasar otomotif nasional sekarang terkoreksi selama tahun 2025. Namun, puncak momentum terjadi pada kuartal keempat terakhir tahun 2025. "Ketika penjualan EV per bulan telah melampaui 13.000 unit dan BYD turut mendorong pasar EV hingga 18 persen. Seiring dengan akselerasi pasar tersebut dan penguasaan sebanyak 52 persen pangsa pasar EV nasional, BYD Indonesia mencatatkan penjualan lebih dari 54.000 unit," ujar Luther. Komunitas BYD, BEYOND Community, di IIMS 2026 "Pencapaian ini menempatkan BYD kembali sebagai merek EV nomor 1 di Indonesia, dan ini didukung oleh produk yang terlengkap di Tanah Air," kata Luther. Beberapa model yang dipasarkan di Tanah Air, seperti BYD Seal, BYD Atto 3, dan BYD Dolphin, menyasar segmen yang berbeda. Strategi ini memungkinkan BYD menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan daya beli yang variatif. AHY Sambangi booth BYD Denza B5 Dari sisi positioning, BYD menawarkan kombinasi harga kompetitif dan fitur relatif lengkap. Faktor tersebut menjadi salah satu penopang daya saingnya di pasar nasional yang masih berada dalam fase pertumbuhan untuk kendaraan listrik murni. Kepemimpinan BYD juga tercermin dari keberanian investasi jangka panjang. Perusahaan ini tidak sekadar menjual produk, tetapi juga membangun ekosistem, termasuk rencana pengembangan fasilitas produksi dan jaringan distribusi di berbagai negara. BYD Atto 3 di IIMS 2026 Indonesia memandang masuknya BYD sebagai bagian dari transformasi industri otomotif menuju elektrifikasi. Persaingan yang semakin terbuka diharapkan mendorong peningkatan kualitas produk, perluasan infrastruktur pengisian daya, serta percepatan adopsi kendaraan listrik secara lebih masif. Ke depan, tantangan tetap ada, mulai dari harga baterai, kesiapan infrastruktur, hingga edukasi konsumen. Pendekatan teknologi terintegrasi dan strategi pasar yang agresif mempertegas posisi BYD sebagai salah satu pemimpin industri kendaraan listrik, baik di tingkat global maupun nasional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang