Target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil listrik yang akan meningkat menjadi 60 persen mulai 2027 dinilai dapat menjadi peluang bagi industri komponen nasional. Astra Otoparts melihat kebijakan tersebut bisa mendorong semakin besarnya peran produsen komponen lokal dalam rantai pasok kendaraan listrik. Direktur PT Astra Otoparts Tbk Sophie Handili mengatakan, peningkatan TKDN kendaraan listrik dapat memperkuat industri komponen nasional. PT Astra Otoparts Tbk resmi memperkenalkan dua produk terbarunya di GIIAS 2025. Menurut dia, kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan manufaktur dan pengembangan produk di dalam negeri. “Dari sisi industri komponen, kami melihat peningkatan TKDN kendaraan listrik sebagai peluang untuk semakin memperkuat industri komponen nasional dalam mendukung dan meningkatkan peran industri lokal dalam rantai pasok kendaraan listrik,” ujar Sophie, kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2026). PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 530,17 miliar sekitar 40 persen dari laba bersih tahun buku 2022 Perkuat Produk dan R&D Sophie mengatakan, Astra Otoparts terus melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kapabilitas industri di dalam negeri. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan produk dan komponen lokal, peningkatan kemampuan manufaktur, hingga penguatan riset dan pengembangan atau research and development (R&D). “Berbagai upaya tersebut dilakukan sejalan dengan portofolio dan ekosistem yang kami miliki serta melalui peningkatkan produktivitas, efisiensi, dan penguatan rantai pasok,” kata Sophie. Membedakan aki GS Astra yang asli dan palsu. Aki palsu tidak terdapat tulisan Astra Otoparts. Komponen Lokal Jadi Tantangan Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, Indonesia sebenarnya telah memiliki fondasi industri komponen yang kuat setelah berkembang selama lebih dari 60 tahun. Menurut Kukuh, satu mobil dapat terdiri dari sekitar 20.000 hingga 30.000 komponen. Meski kendaraan listrik memiliki komponen utama yang lebih sedikit dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal (ICE), masih banyak komponen pendukung yang dapat diproduksi di dalam negeri. Pemaparan Astra Otoparts pada acara Astra Media Day 2025 di Menara Astra, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025). “Memang EV hanya memiliki tiga komponen utama, baterai, motor listrik, dan kontrol elektrik, namun komponen lainnya adalah common parts yang harus diproduksi secara lokal,” ujar Kukuh di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Target tahun 2027, kendaraan listrik yang dirakit di Indonesia wajib meningkatkan TKDN-nya. Ini tantangan yang harus kita kawal,” katanya.