Astra Otoparts terus memperkuat kemampuan untuk memasok komponen kendaraan listrik roda empat di tengah percepatan elektrifikasi industri otomotif Indonesia. Pengembangan produk dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik sekaligus menjawab tuntutan peningkatan kandungan lokal. Direktur PT Astra Otoparts Tbk Sophie Handili mengatakan, saat ini perseroan mengembangkan komponen untuk kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) maupun kendaraan listrik (EV). Berbagai komponen mobil yang dibuat dari industri binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra “Komponen yang dikembangkan mencakup general parts (komponen untuk kendaraan internal combustion engine/ICE dan kendaraan EV) dan specific parts (komponen untuk kendaraan EV),” kata Sophie kepada Kompas.com, dikutip Selasa (22/9/2026). Komponen Mobil Listrik Untuk kategori general parts, Astra Otoparts telah mengembangkan sejumlah komponen yang dapat digunakan pada kendaraan ICE maupun EV. Produk tersebut antara lain auxiliary battery, driveshaft, caliper assy, hingga wireless charger untuk ponsel. Sementara itu, pada kategori specific parts, perseroan mengembangkan komponen yang secara khusus dibutuhkan kendaraan listrik. Beberapa di antaranya hybrid damper, hose cooling inverter & motor, serta battery case.   Pabrik mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. Pengembangan komponen tersebut menjadi bagian dari strategi Astra Otoparts untuk menangkap peluang pertumbuhan industri otomotif yang tengah bertransformasi menuju elektrifikasi. Selain itu, kemampuan pengembangan produk juga diarahkan untuk meningkatkan kapabilitas perseroan dalam memenuhi kebutuhan dan spesifikasi yang ditetapkan pelanggan, khususnya pabrikan kendaraan atau Original Equipment Manufacturer (OEM). “Pengembangan ini didukung oleh kapabilitas R&D Astra Otoparts, sehingga Perseroan dapat terus mengembangkan produk dan kapabilitas yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik,” ujar Sophie. Gotion sebut porsi harga baterai mobil listrik kini turun menjadi 40-50 persen. Siap Hadapi Kenaikan TKDN Mobil Listrik Kemampuan pemasok komponen lokal menjadi semakin penting seiring dengan peningkatan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah menetapkan TKDN mobil listrik minimal 40 persen hingga 2026. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 60 persen pada periode 2027-2029 dan mencapai 80 persen mulai 2030. Kenaikan target tersebut membuat industri komponen nasional perlu memperkuat kemampuan produksi sekaligus memastikan kesiapan rantai pasok. Ilustrasi suku cadang dan komponen mobil Komponen utama seperti baterai, motor listrik, dan sistem kontrol elektrik menjadi bagian penting dalam upaya memenuhi target TKDN yang semakin tinggi. Di sisi lain, pabrikan dan vendor lokal masih menghadapi tantangan dalam menyiapkan ribuan komponen pendukung yang dibutuhkan dalam rantai pasok kendaraan listrik. Dengan pengembangan komponen general maupun specific parts serta dukungan R&D, Astra Otoparts berupaya memperluas perannya sebagai pemasok komponen untuk kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia.