Pertama kali mencoba Vespa Sprint Tech 2026, saya sebenarnya tidak berekspektasi terlalu berbeda dari varian Sprint lainnya. Secara basis, memang benar. Rangka, mesin, kaki-kaki, hingga suspensinya masih sama. Tapi begitu gas diputar, karakter barunya langsung terasa. Kini mesin mengusung kapasitas 174,1 cc atau dibulatkan 180 cc, dengan tenaga 11 kW atau sekitar 15 Tk di 8.250 rpm dan torsi 13,7 Nm di 6.500 rpm. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Secara angka, peningkatannya cukup signifikan, dan jujur saja, di jalan juga terasa. Tarikan awalnya lebih responsif dan bertenaga, terutama saat mulai melaju dari kondisi diam. Di putaran atas pun terasa lebih panjang napasnya. Meski saat itu saya hanya mencoba sampai sekitar 110 Kpj, karena karakter handling Vespa yang memang agak “ngeri-ngeri sedap”. Hal yang paling saya apresiasi justru ada di kehalusan mesinnya. Getarannya minim, suara mesin juga halus dan tidak berisik. Dari awal buka gas, responsnya terasa lebih menyenangkan, tidak kasar atau mengentak. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Masuk ke soal kenyamanan, karakter Vespa masih terasa kental. Joknya empuk dan suspensi belakangnya nyaman, apalagi sudah dilengkapi setelan preload. Posisi berkendara juga tetap khas, tegak dan santai. Dengan tinggi jok 790 mm, posisi duduknya kini terasa lebih ramah untuk postur seperti saya (165 cm), apalagi bagian depan jok dibuat lebih tirus sehingga kaki lebih mudah menapak. Namun, ketika bicara handling, di sinilah karakter Vespa yang unik sekaligus jadi catatan. Suspensi depan single arm di sisi kiri memang ikonik secara desain, tapi dari sisi rasa berkendara ada kompromi. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 yang kini mengusung mesin 180 cc. Saat melewati jalan bergelombang, bantingannya masih moderat. Di kecepatan rendah terbilang nyaman. Tapi begitu kecepatan meningkat, bagian depan terasa agak “lari” dan mengurangi stabilitas. Begitu juga saat menikung agak cepat, roda depan terasa lebih kaku dibanding belakang. Bikin lebih sulit dikendalikan. Untuk penggunaan berboncengan, ada beberapa hal yang menurut saya kurang ideal. Posisi pijakan kaki belakang kurang keluar, sehingga posisi kaki penumpang jadi agak canggung. Buat penumpang dengan tinggi di bawah 160 cm relatif lebih kesulitan. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Ditambah lagi, posisi behel yang terlalu rendah membuat tangan harus menjangkau ke bawah, yang dalam perjalanan sekitar 45 menit saja sudah mulai terasa pegal. Secara keseluruhan, Vespa Sprint Tech 2026 dengan mesin 180 cc ini menawarkan peningkatan performa yang terasa nyata, dibarengi kenyamanan khas Vespa yang tetap dipertahankan. Meski begitu, karakter handling dan ergonomi untuk penumpang masih jadi hal yang perlu dipertimbangkan, terutama bagi yang sering berkendara jarak menengah hingga jauh. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Kelebihan: Performa mesin meningkat, getaran mesin sangat minim, halus dan tidak berisik, tinggi jok lebih ramah untuk postur sedang (±165 cm). Kekurangan: Suspensi depan single arm terasa kaku saat menikung cepat, pijakan kaki penumpang kurang ergonomis, kurang nyaman untuk perjalanan jauh dengan penumpang KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang