JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Kijang Innova Reborn Diesel masih menjadi salah satu MPV yang banyak ditemui di jalan, meski usianya tak lagi muda dan posisinya kini berdampingan dengan Innova Zenix. Daya tahannya yang sudah teruji dan karakter mesinnya yang dikenal bandel membuat mobil ini tetap diminati. Hal itu pula yang dirasakan Branggah, pengguna Toyota Innova Reborn Diesel 2018 tipe V yang berdomisili di Cibubur. Meski bukan pembeli pertama, pengalaman pemakaian sejak 2021 membuatnya cukup mengenal betul kelebihan dan kekurangan MPV diesel andalan Toyota tersebut. “Mobilnya dari tahun 2018, tapi saya baru pakai itu pakenya di 2021,” ujar Branggah, kepada Kompas.com, Minggu (4/1/2026). Sebelum menggunakan Innova Reborn Diesel, Branggah sempat memakai Mitsubishi Xpander. Namun, kebiasaan menggunakan Innova Reborn Diesel sebagai mobil operasional kantor membuatnya tertarik untuk beralih. “Jadi waktu itu sebelum pake unit ini itu sebenernya pake Xpander dulu. Tapi karena mobil operasional di kantor itu kan pakenya Innova Reborn Diesel,” kata Branggah. Minim Fitur Menurutnya, dari sisi fitur memang Innova Reborn Diesel tergolong minim apabila dibandingkan dengan harga jualnya. Innova Reborn diesel di beberapa diler Kota Semarang dan sekitarnya kosong sejak dua minggu terakhir. Namun, kenyamanan dan performa menjadi nilai utama. “Memang sih minim fitur untuk harga yang tinggi banget buat saya. Tapi memang mobilnya enak, dari segi tenaga cukup. Dan dari kenyamanan menurut saya nyaman banget,” ujarnya. Soal karakter limbung yang kerap dilekatkan pada Innova Reborn, Branggah menilai hal itu masih dalam batas wajar. “Kalau kata orang-orang mungkin dibuat belok limbung, tapi menurut saya sih enggak begitu masalah wajar juga karena memang mobil MPV, mobil keluarga,” katanya. Branggah membeli Innova Reborn Diesel dalam kondisi bekas dengan odometer sekitar 40.000 Km. Kini, jarak tempuh mobil tersebut sudah menembus 101.000 Km tanpa kendala berarti. “Sekarang saya tidak ada kendala, untuk mesin dan kaki-kaki. Jadi maintenance-nya bener-bener cuma isi solar sama ganti oli aja,” ucapnya. Suspensi dan Torsi Salah satu keunggulan utama yang paling dirasakan Branggah adalah karakter suspensi. Interior Toyota Kijang Innova Reborn tipe G Menurutnya, kenyamanan Innova Reborn Diesel tetap terjaga baik saat kosong maupun diisi penuh. “Jadi Innova ini mau dikasih beban atau tidak dikasih beban, tetap sama-sama,” ujarnya. Ia membandingkan dengan pengalaman menggunakan MPV lain yang cenderung ambles saat diisi penuh. “Nah, si Innova ini mau dikasih beban atau enggak dikasih beban, tidak amblas, tetap nyaman,” katanya. Mesin diesel dengan torsi bawah besar juga menjadi keunggulan lain yang dirasakan langsung dalam penggunaan harian. Karakter ini membuat mobil nyaman dipakai di kondisi lalu lintas padat. “Terus karena mesinnya diesel jadi tenaganya torsi bawahnya besar banget. Untuk setop and go-nya enak banget, jadi tidak perlu harus injak-injak gas,” katanya. Kompromi Namun di balik kelebihannya, Branggah juga menyoroti sejumlah kekurangan Innova Reborn Diesel, terutama soal fitur yang dinilai tidak sebanding dengan harga. Head unit bawaan dinilai standar dan performanya lambat. “Head unitnya memang sudah touch screen, tapi alakadarnya banget dan interface-nya pun lemot banget,” kata Branggah. Fitur modern seperti Apple CarPlay dan Android Auto pun belum tersedia, sehingga ia memilih mengganti dengan head unit aftermarket. Branggah juga menyinggung penggunaan power steering hidrolik yang dianggap sudah tertinggal. Meski di sisi lain, ia mengaku ada sisi positif dari penggunaan power steering hidrolik terutama saat mobil melaju di kecepatan tinggi. “Setirnya ini belum EPS (Electric Power Steering), masih pakai hidrolik. Memang lebih confidence kalau di jalan tol karena setirnya lebih berat, tapi kan tidak selalu mengemudi di jalan tol, Dapat disimpulkan Toyota Innova Reborn Diesel 2018 tetap menawarkan kenyamanan, torsi besar, dan daya tahan yang sulit ditandingi di kelas MPV. Namun, minimnya fitur, teknologi yang terbilang lawas, serta harga yang masih tinggi menjadi kompromi yang harus diterima calon pemilik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang