Skuter matik (skutik) bergaya petualang memang cukup diminati oleh masyarakat Indonesia. Motor ini menawarkan kepraktisan ala motor matik dengan tampilan yang gagah seperti motor adventure. Salah satu model yang bisa jadi pilihan adalah Aprilia SR-GT 200. Aprilia SR-GT 200 Meskipun tidak terlalu banyak terlihat di jalanan, hal ini justru menjadi nilai plus karena dapat menarik perhatian. Muhammad Rizal Shidiq, pengguna SR-GT 200 lansiran 2024, menceritakan pengalamannya menggunakan motor tersebut selama lebih dari satu tahun. Sebagai skutik, SR-GT 200 dapat dikatakan nyaman untuk berkendara di perkotaan. Ilustrasi Posisi Berkendara Aprilia SR-GT 200 Handling-nya enak, dan dimensinya tidak terlalu panjang sehingga mudah untuk selap-selip di antara kendaraan. "Ketika dibawa jauh, ke arah Sentul, Bojong Koneng, ke Puncak, jalanan yang agak rusak, sambil bawa istri juga nyaman. Dia bilang kursinya lebar, enggak terlalu menungging, kena polisi tidur juga tidak terlalu terasa," kata Rizal kepada Kompas.com, belum lama ini. Saat berkendara di malam hari, lampu utama SR-GT 200 yang sudah LED juga cukup mumpuni. Tes Aprilia SR-GT 200 Karakternya terang, lampu tembaknya jauh, dan saat terkena hujan pun tidak ada kendala. Secara karakter mesin, SR-GT 200 terasa cukup standar; tidak terlalu kencang, tetapi juga tidak pelan. Ketika dibawa menanjak ke daerah Puncak sambil boncengan, motor ini tidak mengalami masalah, suara mesinnya tidak terlalu kasar, dan tidak ngeden. "Kecepatan tinggi bawa boncengan atau sendiri juga enak. Dipakai pindah-pindah lajur, belok miring kanan-kiri enggak takut, karena pakai ban buat road, bukan all-terrain," kata Rizal. Namun, SR-GT 200 untuk sekelasnya sangat minim fitur, sementara harga motornya tembus Rp 60 juta. Biasanya, di rentang harga tersebut, motor sudah dilengkapi fitur seperti keyless dan lain-lain. "Harga segitu biasa sudah ada yang keyless, dapat konektivitas bluetooth, bisa menyambung ke ponsel dan segala macam. Aprilia masih pakai kunci biasa," kata Rizal. Dari segi konsumsi BBM, menurutnya, SR-GT 200 agak boros. Ia biasa mengisi BBM RON 92, menghabiskan sekitar Rp 100.000-an per minggu, digunakan harian untuk kerja dan akhir pekan untuk jalan-jalan dengan rute Cibinong-Depok. "Minus lainnya, sokbreker rasanya terlalu empuk. Kadang terasa kurang stabil saat rem mendadak atau belok di kecepatan rendah, tapi lama-lama terbiasa juga," kata Rizal. Buat jok, ia merasa cukup keras jika digunakan untuk perjalanan lebih dari satu jam. Biasanya, Rizal menyiasati dengan berhenti untuk istirahat, setelah itu bisa melanjutkan perjalanan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang