Saya akhirnya bisa melihat lebih dekat sekaligus mencoba fitur-fitur baru yang ada di Suzuki Satria Pro. Jujur, motor ini terasa seperti Satria yang mulai naik kelas. Bukan cuma soal tampilan, tapi juga teknologi yang sekarang jauh lebih modern dibanding generasi sebelumnya. Meski begitu, tidak semua ubahan terasa sempurna. Ada beberapa fitur yang menurut saya benar-benar menarik, tapi ada juga detail kecil yang masih terasa tanggung. Suzuki Satria Pro resmi meluncur, harga Rp 34,9 juta Misal saat melihat detail area kokpit, saya merasa Suzuki masih cukup konservatif. Handle rem dan handle kopling misalnya, belum memiliki pengaturan jarak. Padahal di motor yang sekarang sudah dibekali banyak fitur modern, detail seperti ini sebenarnya cukup penting buat menambah kenyamanan. saklarnya juga masih sederhana. Bahkan lampu utama sekarang sudah sistem AHO atau Always Headlight On, jadi tidak ada lagi tombol on-off lampu. Dan sayangnya juga tidak ada tombol engine cut off seperti motor sport. Test ride Suzuki Satria Pro Spidometer Baru Jadi Daya Tarik Utama Untungnya kekurangan kecil itu mulai terbayar saat saya melihat panel instrumennya. Menurut saya, inilah salah satu upgrade paling menarik di Suzuki Satria Pro. Spidometernya benar-benar baru. Memang belum memakai layar TFT full color, tapi ukuran LCD-nya besar dan tampilannya jauh lebih modern dibanding model lama. Informasi yang ditampilkan juga lengkap banget. Ada indikator gigi, fuel meter, jam digital, konsumsi BBM real time, average fuel consumption, voltase aki, sampai trip meter. Fitur Suzuki Ride Connect di Satria Pro Bagian yang paling menarik tentu fitur konektivitas smartphone. Jadi spidometer ini sudah bisa terkoneksi dengan aplikasi Suzuki melalui Bluetooth. Saat dipasangkan ke smartphone, panel meter bisa menampilkan navigasi turn-by-turn, notifikasi telepon masuk, bahkan indikator baterai dan sinyal smartphone juga muncul di layar. Buat motor ayam jago, fitur seperti ini jelas terasa canggih dan bikin Satria Pro terasa lebih modern dibanding rival-rivalnya. Test ride Suzuki Satria Pro Walau begitu, saya tetap merasa ada kekurangan. Tampilan layar LCD-nya memang modern, tapi belum terasa premium karena masih monokrom biasa. Kalau suatu saat Suzuki berani kasih TFT full color, tampilannya pasti bakal jauh lebih keren. Keyless dan Assist Clutch Bikin Lebih Praktis Fitur baru lain yang menurut saya cukup signifikan adalah keyless ignition system. Akhirnya Satria sekarang tidak perlu lagi colok anak kunci manual untuk menyalakan mesin. Remote smart key-nya desainnya simpel dengan logo Suzuki di tengah. Namun ternyata sistem keyless ini belum sepenuhnya terintegrasi. Karena untuk membuka jok masih harus menggunakan kunci mekanis. Test ride Suzuki Satria Pro Jadi kesannya masih setengah modern. Memang tidak mengganggu, tapi buat motor yang sudah punya keyless, rasanya bakal lebih praktis kalau bukaan jok pakai tombol atau tuas. Saya juga suka karena Suzuki tetap mempertahankan bagasi kecil khas Satria di atas mesin. Meski ukurannya mungil, ruang ini cukup berguna buat menyimpan smartphone atau kartu parkir. Dan sekarang ada tambahan USB charger type-A di dalamnya. Jadi smartphone bisa langsung dicas sambil disimpan di kompartemen tersebut. Hal kecil seperti ini justru terasa relevan buat penggunaan harian. Suzuki Satria Pro resmi meluncur, harga Rp 34,9 juta Fitur lain yang menarik adalah hadirnya Suzuki Clutch Assist System. Jadi sekarang koplingnya sudah memakai assist dan slipper clutch. Efeknya langsung terasa di tangan. Tarikan kopling jadi lebih ringan dibanding Satria generasi lama. Buat dipakai macet-macetan di kota, fitur ini jelas membantu banget supaya tangan tidak cepat pegal. Selain itu, Satria Pro juga sudah memiliki rem ABS single channel di depan, yang berguna mencegah roda mengunci saat melaju di jalan. Tapi sayang untuk roda belakang belum termasuk. Test ride Suzuki Satria Pro Secara keseluruhan, saya melihat Suzuki Satria Pro memang mencoba berubah jadi motor yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter khas Satria. Kelebihannya jelas ada di fitur konektivitas, keyless, panel meter baru, assist slipper clutch, dan rem ABS yang bikin pengalaman berkendara lebih nyaman. Tapi di sisi lain, masih ada beberapa detail yang terasa belum maksimal. Mulai dari layar yang belum TFT, handle tanpa setelan, sampai sistem keyless yang belum full practical. Test ride Suzuki Satria Pro Dengan segala kelebihan fiturnya, selisih Rp 3,9 juta dengan varian standar rasanya cukup sepadan buat meminang Satria Pro. Bisa dibilang, Satria Pro tetap terasa jadi salah satu paket paling menarik di kelas bebek sport 150 cc saat ini, karena berhasil memadukan karakter sporty dengan fitur-fitur modern. Test ride Suzuki Satria Pro Kesimpulan Kelebihan: spidometer mendukung konektivitas smartphone, sudah mengusung keyless, bagasi kecil tetap dipertahankan, ada USB Charger type-A, rem ABS Kekurangan: desain saklar sederhana, tidak ada tombol engine cut off, buka jok motor masih manual pakai kunci, spidometer masih layar LCD monokrom KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang