Vespa Primavera generasi terbaru hadir dengan penyegaran yang terasa lebih matang. Bukan sekadar ubahan kosmetik, skuter asal Italia ini naik kelas tanpa meninggalkan karakter klasik yang selama ini menjadi identitas kuatnya. Seperti diketahui, Piaggio Indonesia resmi meluncurkan lima model terbaru dari lini Primavera dan Sprint di Indonesia, yakni Primavera, Primavera S, Sprint, Sprint S, dan Sprint Tech. Saya mendapat kesempatan menjajal langsung Primavera terbaru selama beberapa hari. “Kencan singkat” ini terasa menarik karena kini Primavera dibekali mesin lebih besar, yakni 180 cc. Vespa Primavera 180 Desain Secara tampilan, perubahan memang tidak langsung terlihat mencolok. Vespa sengaja mempertahankan siluet klasik yang sudah melekat kuat selama bertahun-tahun. Namun ketika diperhatikan lebih detail, sejumlah penyegaran mulai terasa. Dasbor kini tampil lebih modern dan memberikan nuansa lebih segar saat pengendara berada di balik setang. Ubahan juga terlihat pada front tie dan mudguard crest yang membuat area depan tampak lebih rapi, tanpa menghilangkan aura klasik khas Vespa. Pelek desain baru ikut menyumbang kesan berbeda, dipadukan dengan material jok serta pilihan warna yang terasa lebih modern. Test ride Vespa Sprint dan Primavera 180 Unit yang digunakan dalam pengujian ini merupakan varian paling bawah dari Primavera. Meski berstatus entry level, tampilannya tetap menarik perhatian. Dominasi aksen krom memperkuat kesan elegan. Primavera terbaru hadir dengan tiga pilihan, yakni beige, hijau, dan putih. Pilihan warnanya memang sederhana, tetapi cukup merepresentasikan karakter stylish yang ingin ditawarkan. Secara dimensi, Primavera terbaru tidak berubah drastis dibanding generasi sebelumnya. Karakter kompak dan ergonominya masih dipertahankan, sehingga tetap nyaman digunakan untuk mobilitas harian. Spesifikasi Perubahan terbesar justru terasa pada sektor mesin dan fitur. Vespa Primavera 180 Salah satu pembaruan paling mencolok hadir pada panel instrumen yang kini menggunakan layar full color LCD. Tampilan informasi menjadi lebih modern dan mudah dibaca, terutama saat berkendara malam hari. Dari sisi performa, Primavera terbaru dibekali mesin i-get 174,1 cc. Tenaganya mencapai 11 kW atau sekitar 15 Tk pada 8.250 rpm, meningkat sekitar 2,8 Tk dibanding model sebelumnya. Sementara torsinya mencapai 13,7 Nm pada 6.500 rpm. Peningkatan ini membuat karakter berkendaranya terasa berbeda, terutama di putaran bawah hingga menengah. Saat digunakan respons gas terasa lebih padat dan akselerasi lebih sigap dibanding Primavera generasi sebelumnya. Karakter tersebut membuat motor terasa menyenangkan saat digunakan di lalu lintas padat yang cenderung stop and go. Vespa Primavera 180 Tarikan instan menjadi salah satu keunggulannya, sehingga pengendara tidak perlu menunggu lama ketika membutuhkan akselerasi cepat. Menariknya, posisi duduk tetap mempertahankan ergonomi khas Vespa. Posisi berkendara terasa rileks dan nyaman, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan menengah. Untuk pengereman, Primavera 180 dibekali rem ABS di bagian depan dan rem tromol di belakang. Kombinasi ini sebenarnya sudah cukup menunjang kebutuhan harian. Kipas Hal menarik lainnya, mesin Primavera 180 masih mengandalkan sistem pendingin udara bertekanan tanpa radiator atau pendingin cair. Meski demikian, selama pengujian performanya tetap stabil dan tidak menunjukkan gejala overheat. Vespa Primavera 180 Selain performa, konsumsi bahan bakar juga menjadi perhatian dalam pengujian kali ini. Pengujian dilakukan untuk penggunaan harian di dalam kota oleh pengendara dengan tinggi 168 cm dan bobot 72 kg. Metode yang digunakan terdiri dari indikator rata-rata konsumsi bahan bakar (AVG) pada panel instrumen serta metode full-to-full. Selama pengujian, motor digunakan secara normal tanpa perlakuan khusus demi mengejar angka konsumsi paling irit. Bukaan gas disesuaikan dengan kondisi jalan agar hasilnya lebih merepresentasikan penggunaan nyata. Berdasarkan indikator AVG, konsumsi bahan bakarnya berkisar antara 35 kpl hingga 40 kpl tergantung kondisi lalu lintas. Vespa Primavera 180 Sementara melalui metode full-to-full menggunakan bensin Pertamina Pertamax RON 92, motor mencatat jarak tempuh 107,3 km dengan konsumsi 2,636 liter bensin. Hasilnya, konsumsi bahan bakar Primavera 180 mencapai 40,59 kpl atau dibulatkan menjadi 40,6 kpl. Servis Dalam sekali penggantian, kebutuhan oli mesin mencapai 1,3 liter. Artinya, pemilik perlu membeli dua botol oli dengan total biaya sekitar Rp 160.000. Selain penggantian oli, pemilik juga perlu memperhitungkan biaya servis rutin. Untuk servis ringan, dana yang perlu disiapkan sekitar Rp 235.000 belum termasuk PPN. Paket tersebut sudah mencakup servis CVT, pengecekan sistem kelistrikan, serta diagnosis menggunakan PADS (Piaggio Advanced Diagnostic System). Lini produk Vespa baru 2026 Primavera dan Sprint kini pakai mesin i-Get 180 cc Pada fase awal penggunaan, yakni 1.000 km sampai 5.000 km, umumnya belum ada komponen yang perlu diganti selain oli mesin. Karena itu, biaya perawatan masih tergolong ringan. Namun ketika motor memasuki jarak tempuh 10.000 km, beberapa komponen fast moving mulai memasuki masa penggantian, seperti busi, filter udara, dan V-belt. Berikut estimasi biayanya: Oli mesin: sekitar Rp 160.000Servis rutin: Rp 235.000Busi: sekitar Rp 55.000Filter udara: Rp 80.000 sampai Rp 120.000V-belt: Rp 350.000 sampai Rp 500.000 Jika seluruh komponen tersebut diganti, total biaya servis berkisar Rp 880.000 hingga Rp 1,07 juta, tergantung kondisi kendaraan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang