Vespa Primavera 180 resmi meluncur di Indonesia pada awal 2026 dengan sejumlah pembaruan, baik dari sisi desain maupun teknis. Skutik ini kini dibekali mesin lebih besar, sekaligus menawarkan performa yang meningkat dibanding generasi sebelumnya. Setelah sebelumnya membahas desain, spesifikasi, hingga impresi berkendara, kali ini pengujian difokuskan pada konsumsi bahan bakar untuk penggunaan harian di dalam kota. Vespa Primavera 180 Pengujian dilakukan oleh pengendara dengan tinggi 168 cm dan bobot 72 kg. Metode yang digunakan ada dua, yakni memantau indikator rata-rata konsumsi bahan bakar (AVG) pada panel instrumen serta metode full-to-full. Metode full-to-full dipilih karena dinilai lebih merepresentasikan penggunaan harian dan mendekati kebiasaan konsumen pada umumnya. Rute pengujian merupakan jalur aktivitas harian, dengan kondisi lalu lintas yang bervariasi, mulai dari padat hingga lancar, serta waktu berkendara dari pagi hingga malam hari. Vespa Primavera 180 Selama pengujian, motor digunakan secara normal tanpa perlakuan khusus untuk mengejar angka konsumsi paling irit. Bukaan gas disesuaikan dengan kondisi jalan, sehingga hasil yang didapat diharapkan mencerminkan penggunaan nyata di lapangan. Berdasarkan indikator AVG saat dipakai berkeliling kota, menunjukkan paling irit 40 km per liter dan paling boros 35 km per liter tergantung kondisi jalan. Vespa Primavera 180 Adapun full-to-full menggunakan bensin Pertamina Pertamax, RON 92. Motor dipakai hingga bensin turun kemudian diisi lagi sampai penuh, jarak tempuh kemudian dibagi selisih bensin. Selama pemakaian menghasilkan jarak tempuh 107,3 km, dibagi jumlah konsumsi bensin yaitu 2,636 liter, hasilnya didapat 40,59 km per liter atau dibulatkan 40,6 km per liter. Vespa Primavera terbaru ini dibekali mesin i-get berkapasitas 174,1 cc, meningkat dari generasi sebelumnya yaitu 150 cc. Peningkatan kapasitas ini turut mendongkrak performa. Tenaga yang dihasilkan mencapai 11 kW atau setara sekitar 15 Tk pada 8.250 rpm, naik sekitar 2,8 Tk dibanding model sebelumnya. Sementara torsi puncaknya mencapai 13,7 Nm pada 6.500 rpm. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang