Motor cruiser 250 cc dengan mesin v-twin makin banyak di Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah Morbidelli C252V, harganya sekitar Rp 60 jutaan dan punya desain motor cruiser yang kental. Saya dapat kesempatan untuk mengetes C252V dalam beberapa hari. Pada tulisan kali ini, akan saya bahas lengkap hasil pengetesannya, dari soal desain, spesifikasi, rasa berkendara, sampai biaya kepemilikannya. Desain Morbidelli C252V Saat pertama kali meluncur di Jakarta Fair 2025, Morbidelli C252V langsung mencuri perhatian lewat tampilan ala cruiser yang kental. Posisi duduk rendah, setang lebar, serta profil ban lebar membuat auranya terlihat berisi dan berkarakter. Bagian depan tampil simpel dengan lampu utama LED berdesain bulat lengkap DRL dan sein senada. Di atasnya berdiri tower setang tinggi dengan spion bar end. Sementara suspensi depan sudah mengusung model upside-down berdiameter besar, dipadukan pelek alloy dual tone dan cakram lebar dengan kaliper radial. Dari samping, sorotan utama ada pada mesin 250 cc konfigurasi V-twin dua silinder yang tampak padat memenuhi ruang di bawah tangki. Desain tangki berlekuk modern, disambung buritan panjang dengan jok lebar serta knalpot ganda di sisi kanan dan kiri. Morbidelli C252V Bagian belakang menggunakan pelek 16 inci, rem cakram di kanan dan sistem penggerak belt di kiri, memberi kesan layaknya motor gede. Lampu rem ditempatkan di dudukan jok penumpang, sementara sein berada di bawah sepatbor dekat pelat nomor. Untuk informasi berkendara, C252V dibekali panel instrumen digital dengan tampilan negatif. Data yang ditampilkan cukup lengkap, mulai dari putaran mesin, kecepatan, jam, indikator bahan bakar, odometer, hingga trip meter. Spesifikasi Morbidelli C252V Soal dapur pacu, Morbidelli C252V mengandalkan mesin V-twin 249 cc dengan konfigurasi delapan katup. Tenaga maksimalnya mencapai 19 kW atau sekitar 25,4 TK pada 9.000 RPM dan torsi puncak 25 Nm pada 5.500 RPM. Morbidelli C252V Di atas kertas, karakter tersebut identik dengan cruiser yang mengandalkan dorongan torsi sejak putaran bawah. Dengan puncak torsi diraih di 5.500 RPM, distribusi tenaga diprediksi terasa santai namun tetap responsif untuk penggunaan harian. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual enam percepatan yang sudah dilengkapi slipper clutch. Menariknya, sistem penggerak tidak menggunakan rantai, melainkan belt drive untuk penghantaran tenaga yang lebih halus. Pada sektor kaki-kaki, C252V memakai suspensi depan upside down dan suspensi belakang model spring shock absorption. Sistem pengereman sudah mengandalkan cakram di depan dan belakang dengan ABS dual channel serta traction control system (TCS). Morbidelli C252V Ukuran ban 130/80-16 di depan dan 140/70-16 di belakang mempertegas proporsi cruiser sekaligus menjaga stabilitas. Rangka baja dipadukan lengan ayun aluminium alloy dirancang tetap rigid tanpa membuat bobot berlebihan. Secara dimensi, motor ini memiliki panjang 2.202 mm, lebar 870 mm, dan tinggi 1.081 mm dengan jarak sumbu roda 1.498 mm. Tinggi jok 720 mm tergolong ramah untuk postur pengendara Indonesia, sementara kapasitas tangki 15,5 liter dan bobot kosong 200 kg menegaskan karakternya sebagai cruiser kompak. Rasa Berkendara Morbidelli C252V Dengan tinggi badan saya di 178 cm, posisi duduk di Morbidelli C252V terasa pas karena kaki bisa menapak sempurna ke aspal. Namun, setang yang lebar membuat badan sedikit condong ke depan agar tangan lebih rileks. Morbidelli C252V Bangku pengendara tergolong lebar dan sudah dilengkapi sandaran punggung. Dibandingkan Keeway Benda V252C, kenyamanan C252V terasa lebih baik, untuk pengendara maupun penumpang. Menyalakan mesin cukup dengan menekan tombol starter di sakelar kanan. Suara knalpot ganda langsung menggelegar, tetapi getaran mesin tetap dalam batas wajar dan tidak mengganggu. Tuas kopling saya rasa cukup ringan dan perpindahan gigi halus berkat slipper clutch. Mesin V-twin 250 cc bertenaga 25,4 TK dengan torsi 25 Nm terasa responsif di putaran bawah, bahkan saat berjalan pelan cukup melepas kopling perlahan tanpa perlu banyak membuka gas. Morbidelli C252V Saat akselerasi, tenaga naik gradual hingga sekitar 4.000 RPM, cocok untuk penggunaan harian. Namun di atas 5.000 RPM, peningkatan kecepatan tidak terlalu signifikan, lebih didominasi suara dan getaran, menegaskan karakternya sebagai cruiser santai untuk putaran menengah. Karakter suspensi depan dan belakang terasa empuk untuk pemakaian sehari-hari. Melibas polisi tidur maupun jalan berlubang masih nyaman tanpa pantulan berlebihan, sementara pengereman dengan kaliper radial di depan dan ABS dual channel terasa pakem serta responsif. Secara keseluruhan, saya rasa C252V paling nikmat dipakai berkendara santai di lalu lintas lancar. Saat harus selap-selip di kemacetan, setang lebar dan bar end mirror membuat pengendara perlu lebih berhati-hati. Morbidelli C252V Biaya Kepemilikan Morbidelli C252V Biaya kepemilikan Morbidelli C252V pada tahun pertama bisa dihitung dari servis rutin, pajak tahunan, hingga konsumsi bahan bakar untuk jarak 12.000 Km. Untuk servis, biaya jasa dipatok Rp 150.000 per kunjungan dan oli mesin Rp 80.000 per botol, dengan kebutuhan dua botol setiap kali datang sehingga total normalnya Rp 310.000. Selama satu tahun pertama, konsumen mendapat gratis empat kali jasa servis dan satu kali oli. Dengan interval servis tiap tiga bulan, pemilik hanya membayar oli pada tiga kunjungan atau setara Rp 480.000. Morbidelli C252V Di luar perawatan, ada pajak tahunan yang terdiri dari PKB Rp 642.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000. Total kewajiban pajak yang harus dibayar mencapai Rp 677.000 per tahun. Berdasarkan pengetesan Kompas.com, konsumsi BBM C252V rata-rata 23,3 Km per liter. Jika digunakan sejauh 12.000 Km dalam setahun, kebutuhan bensin sekitar 515 liter. Dengan asumsi harga Pertamax Februari 2026 sebesar Rp 11.800 per liter, biaya BBM tahunan mencapai kurang lebih Rp 6.077.000. Angka tersebut bisa berbeda tergantung gaya berkendara dan lokasi pengisian. Artinya, total biaya kepemilikan C252V pada tahun pertama untuk servis, pajak, dan BBM berada di kisaran Rp 7.234.000. Jika dirata-rata, pengeluaran sekitar Rp 600.000 per bulan atau kurang lebih Rp 20.000 per hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang