Kalau mencari motor cruiser dengan kapasitas mesin 250 cc, Morbidelli C252V bisa menjadi pilihan menarik. Harganya relatif terjangkau di Rp 66,9 juta, mesinnya v-twin dengan suara yang menggelegar. Secara tampilan, C252V sangat kental aura cruiser. Setang lebar, posisi duduk rendah dari tanah, serta posisi kaki yang agak ke depan atau forward control. Buat tinggi saya yang 178 cm, tentu kaki bisa menapak sempurna ke tanah. Cuma setang lebar membuat badan agak condong ke depan supaya tangan bisa lebih rileks atau menyiku. C252V punya bangku pengendara yang lebar, selain itu ada sandaran untuk punggung. Kalau dibandingkan Keeway Benda V252C, lebih nyaman dan baik pengendara maupun penumpang di belakang. Buat menyalakan mesin, tinggal tekan tombol saja di sakelar sebelah kanan setang. Suara menggelegar langsung keluar dari knalpot di sisi kanan dan kiri, nilai plusnya, getaran mesin tidak berlebihan, masih nyaman. Tarikan tuas kopling juga cukup ringan, pergantian gigi bisa lebih halus berkat slipper clutch. Soal tenaganya, mesin 250 cc v-twin di C252V menghasilkan 25,4 TK dan torsi 25 Nm, rasanya responsif untuk putaran bawah. Morbidelli C252V Kalau jalan pelan, cukup lepas kopling perlahan, torsi motor sudah cukup. Saat digas pun tenaganya naik secara gradual sampai putaran 4.000 RPM, pas untuk harian. Tapi saat digeber lebih tinggi, seperti di atas 5.000 RPM tenaganya seperti stuck. Kecepatan tidak naik signifikan, cuma suara dan getarannya saja yang makin keras. Karakter C252V mungkin dibuat nyaman untuk cruising di putaran mesin menengah, bukan untuk gaspol. Morbidelli C252V Soal karakter suspensi, baik depan dan belakang saya rasa cukup empuk untuk pemakaian sehari-hari. Lewat polisi tidur tidak berlebihan pantulannya, melibas lubang pun tetap nyaman, tidak mentok. Buat pengereman, bagian depan sudah pakai kaliper yang dipasang radial, sementara belakang juga cakram. Keduanya sudah pakai ABS dan saya rasa sangat mumpuni, yang depan pakem, belakang juga nyaman, responsif tapi tidak berlebihan. C252V ini saya rasa sangat nyaman kalau dipakai jalan santai dan tidak macet. Karena kalau terpaksa selap-selip di antara mobil, perhatikan setangnya yang lebar, apalagi ada tambahan spion di ujung, makin lebar saja. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang