JAKARTA, KOMPAS.com - Lepas L8 resmi masuk ke pasar otomotif Indonesia. Merek ini merupakan sub-brand dari Chery, yang artinya masih satu keluarga dengan Chery dan Jaecoo. Meskipun demikian, Lepas L8 hadir dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan “saudaranya”. Mobil ini menawarkan kombinasi aura elegan sekaligus sporty, sambil membidik konsumen yang menginginkan SUV modern dengan teknologi maju. Kompas.com mendapat kesempatan menjajal Lepas L8 selama beberapa hari. Ini menjadi kesempatan untuk berkenalan lebih dekat dengan SUV Plug-in Hybrid (PHEV) tersebut, yang saat ini membuka harga pra-pemesanan sebesar Rp589 juta. Hal pertama yang langsung terasa saat duduk di balik kemudi Lepas L8 adalah joknya yang cukup besar. Jok tersebut mampu memeluk tubuh dengan nyaman dan terasa ergonomis. Lepas L8 Adapun bagian lumbar support atau area penopang pinggul terasa sedikit menonjol. Sebelum disetel ulang, pengemudi dengan tinggi 168 cm dan berat 76 kg sempat sedikit “tenggelam” di kursi. Namun, pengaturan jok elektrik membuat posisi duduk ideal jauh lebih mudah ditemukan. Setirnya juga menarik perhatian. Lepas L8 PHEV Desainnya hampir mengotak dengan bagian atas dan bawah yang sedikit rata, berbeda dibandingkan mayoritas yaitu bundar atau hanya memiliki bagian bawah rata. Bentuk seperti ini membuat tampilannya terasa lebih sporty, sekaligus selaras dengan karakter Lepas L8 yang mengusung bahasa desain Leopard Aesthetics. Bagi pengemudi yang belum terbiasa, bentuk setir seperti ini bisa butuh penyesuaian saat harus banyak bermanuver di dalam kota, terutama ketika perlu memutar setir cukup banyak atau saat melakukan putar balik. Ketika pedal gas diinjak dan mobil mulai melaju, karakter halus langsung terasa. Lepas L8 Terlebih saat menggunakan mode full EV, karena mobil sepenuhnya mengandalkan motor listrik dan baterai. Meskipun dirancang sebagai kendaraan PHEV yang menekankan efisiensi, performa motor listriknya tetap terasa bertenaga. Output sebesar 150 kW dengan torsi 310 Nm membuat respons akselerasi terasa sigap. Adapun di atas kertas, Lepas L8 dibekali mesin bensin 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga 105 kW dan torsi maksimum 215 Nm. Mesin bensin tersebut dipadukan dengan baterai 18,4 kWh yang memasok tenaga ke motor listrik. Bahkan, konsumsi bahan bakarnya diklaim dapat mencapai 67 km per liter. Sebagai SUV premium baru, L8 dikembangkan dengan platform LEX yang diklaim menonjolkan stabilitas, efisiensi, dan kenyamanan, baik untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan jarak jauh. Saat dikendarai di jalan tol, suspensinya terasa lembut namun tidak membuat mobil terlalu mengayun. Kontrol bodinya alias body roll juga terasa cukup baik. Sebagai gambaran, Lepas L8 memiliki dimensi panjang 4.688 mm, lebar 1.871 mm, dan tinggi 1.694 mm dengan jarak sumbu roda 2.800 mm. Dimensi tersebut membuatnya sedikit lebih pendek dan lebih rendah, tetapi lebih lebar dibandingkan Chery Tiggo 8 CSH yang memiliki panjang sekitar 4.725 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.705 mm dengan jarak sumbu roda 2.710 mm. Dengan ukuran itu, L8 terasa sedikit lebih ringkas dibandingkan Chery Tiggo 8 CSH, namun memiliki sumbu roda lebih panjang yang berpotensi memberikan kestabilan lebih baik saat melaju di jalan raya. Selain itu, untuk penggunaan harian di jalan raya, visibilitas pengemudi juga tergolong baik, tidak merasakan blind spot yang mengganggu selama pengujian. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang