Rumor mengenai motor baru Honda bermesin V3 dengan teknologi supercharger tampaknya bakal segera terealisasi. Setelah memamerkan mesinnya pada EICMA 2024 dan purwarupa motornya pada tahun lalu, kini motor yang diduga bernama Honda V3R ini sudah mendekati versi produksi masal. Dikutip dari Australian Motorcycle News (AMCN), gambar paten berupa dokumen CAD dari Honda V3R telah bocor ke publik. Melalui gambar ini, terlihat jelas wujud utuh motor tanpa balutan stiker kamuflase, lengkap dengan berbagai komponen legal jalanan (road-legal). Gambar paten Honda V3R Detail Komponen Legal Jalanan Mulai Terlihat Secara basis, versi produksi ini tidak mengalami ubahan drastis dari motor konsep yang dipamerkan di EICMA 2025. Sasis, suspensi depan upside-down, pengereman Nissin, pelek palang paralel, hingga single-sided swingarm tetap dipertahankan seperti model prototipenya. Namun, perbedaan paling mencolok ada pada penambahan detail untuk regulasi jalan raya. Honda menyematkan spion berbentuk bulat minimalis dan lampu sein depan yang diletakkan tepat di atas winglet kecil di sisi radiator. Pada bagian belakang, terdapat dudukan pelat nomor yang memanjang ke belakang demi memenuhi regulasi ketat di Eropa, di mana sepatbor harus lebih panjang daripada roda belakang. Dudukan ini juga menjadi tempat bagi lampu sein belakang dan lampu pelat nomor, sementara lampu rem utama tetap tertanam di bodi atas. Menariknya, piringan cakram model gelombang dengan perforasi garis-garis tajam yang terlihat ekstrem pada versi konsep ternyata tetap dipertahankan untuk versi produksi ini. Gambar paten Honda V3R Desain Asimetris demi E-Compressor Daya tarik utama dari Honda V3R jelas berada di sektor dapur pacu. Motor ini menggendong mesin konfigurasi V3, sebuah konfigurasi asimetris yang mengingatkan kita pada mesin V5 milik motor balap legendaris MotoGP, Honda RC211V. Tidak sampai di situ, mesin ini menjadi yang pertama menerapkan teknologi E-Compressor buatan Honda. Electric supercharger dipasang tepat di atas bank silinder depan untuk memberikan induksi udara paksa secara instan tanpa ada gejala lag. Keberadaan komponen inilah yang membuat bodi kanan Honda V3R terlihat lebih padat dan menggembung dibandingkan sisi kiri. Tonjolan di sebelah kanan tersebut merupakan wadah untuk seluruh sistem air intake dan airbox. Sementara itu, lubang udara di sisi kiri yang lebih kecil berfungsi murni untuk mendinginkan komponen elektronik dan ECU yang posisinya terpaksa digeser ke luar rangka akibat ruang tengah yang sudah padat. Mesin ini bekerja dengan sistem katup solenoid. Saat berkendara normal, mesin beroperasi secara naturally aspirated. Namun ketika membutuhkan performa penuh, aliran udara akan dialihkan ke electric supercharger yang digerakkan oleh motor listrik brushless dan disokong oleh baterai litium-ion. Baterai ini akan mengisi daya secara otomatis saat motor sedang tidak berakselerasi penuh. Performa Setara Motor 1.200 cc Tanpa E-Clutch Berkat bantuan supercharger elektrik ini, Honda mengklaim ada peningkatan kapasitas efektif silinder hingga sepertiga lebih padat. Efeknya, tenaga dan torsi yang dihasilkan mesin V3 ini diklaim setara dengan motor berkubikasi 1.200 cc. Bagi para pencinta motor murni, Honda tampaknya belum menyematkan fitur transmisi otomatis E-Clutch pada model awal V3R ini. Langkah ini sengaja diambil agar pengendara bisa merasakan sensasi murni dari performa mesin supercharger berkonfigurasi unik ini tanpa terlalu banyak intervensi otomatisasi. Untuk area kokpit, motor ini dilengkapi dengan panel instrumen TFT yang identik dengan versi konsepnya. Selain itu, tidak terlihat adanya lubang kunci kontak mekanis pada area setang, yang menandakan bahwa Honda V3R kemungkinan bakal mengusung sistem pengoperasian tanpa anak kunci (keyless).