Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai oktan rendah, seperti Pertalite, kerap dikaitkan dengan risiko kerusakan mesin mobil modern. Selain berpotensi memengaruhi performa mesin, penggunaan BBM yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan juga dikhawatirkan dapat menggugurkan garansi kendaraan. Namun, sejauh ini, penggunaan Pertalite pada mobil bermesin bensin belum ditemukan menyebabkan kerusakan mesin yang berujung pada klaim garansi. Hal tersebut disampaikan oleh Rianto Syarif, Service Advisor Auto2000 Grand Depok City. Rianto mengatakan, hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan mesin mobil bensin akibat penggunaan BBM dengan nilai oktan rendah yang berdampak pada garansi kendaraan. "Belum ada mobil yang mengalami kerusakan pada mesin karena menggunakan bensin dengan nilai oktan yang rendah," ujar Rianto, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Agus memperlihatkan filter bensin yang dipenuhi residu putih keabu-abuan setelah memeriksa mobil pelanggan di bengkelnya, Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (28/09/2026). Meski demikian, pemilik mobil tetap disarankan untuk menggunakan BBM sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Sebab, setiap mesin memiliki spesifikasi dan kebutuhan bahan bakar yang berbeda, termasuk dalam hal nilai oktan. Mobil Diesel Lebih Sensitif terhadap Kualitas Bahan Bakar Berbeda dengan mobil bensin, penggunaan bahan bakar dengan kualitas yang tidak sesuai pada mobil diesel modern perlu mendapat perhatian lebih. Rianto menjelaskan, mobil diesel keluaran terbaru umumnya membutuhkan bahan bakar dengan angka cetane (cetane number) yang lebih tinggi. "Kecuali mobil-mobil yang diesel, mobil diesel sekarang disarankan pakai yang bahan bakar yang cetane number lebih tinggi," ujar Rianto. Menurut dia, rekomendasi tersebut berkaitan dengan kebutuhan sistem pembakaran dan komponen mesin diesel modern. Bahkan, pada beberapa model, pabrikan telah memberikan anjuran khusus mengenai jenis bahan bakar yang sebaiknya digunakan oleh pemilik kendaraan. Penerapan Biosolar B50 "Biasanya, ada perjanjian sewaktu pembelian mobil yang sudah pakai diesel yang bagus. Kayak Fortuner itu disarankan pakai bahan bakar yang lebih baik," kata Rianto. Penggunaan bahan bakar dengan angka cetane yang sesuai dinilai dapat membantu menjaga kinerja mesin diesel. Sebaliknya, penggunaan solar dengan angka cetane lebih rendah dari rekomendasi berpotensi memberikan dampak terhadap sejumlah komponen, terutama pada sistem bahan bakar. Solar Berkualitas Rendah Bisa Memengaruhi Komponen Mesin Rianto menjelaskan, perbedaan kualitas bahan bakar diesel dengan angka cetane rendah dan tinggi dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi mesin. Garasi Teddy Indra Wijaya jadi sorotan usai lapor LHKPN. Isinya didominasi SUV, dari Fortuner sampai Land Cruiser. Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah sistem pelumasan dan pompa bahan bakar. Mobil diesel modern umumnya sudah menggunakan sistem injeksi bertekanan tinggi yang membutuhkan bahan bakar dengan kualitas sesuai spesifikasi. "Bisa pengaruh ke pelumasannya, untuk pompa, karena kan dia full pakai pompa bahan bakar tekanan tinggi. Makanya juga lebih cepat kotor kalau pakai solar yang biasa dibanding pakai yang Dexlite," ujarnya. Kondisi tersebut membuat pemilik mobil diesel perlu lebih memperhatikan jenis bahan bakar yang digunakan. Pasalnya, kualitas bahan bakar yang kurang sesuai dapat meningkatkan risiko kotoran pada sistem bahan bakar dan berpotensi memengaruhi kinerja komponen dalam jangka panjang. Toyota Fortuner tahun 2011. Oleh karena itu, pemilik mobil diesel modern disarankan untuk mengikuti rekomendasi bahan bakar dari pabrikan, termasuk memperhatikan angka cetane yang dianjurkan. Belum Ada Kasus Kerusakan Mesin akibat Pertalite Sementara itu, untuk mobil bermesin bensin, Rianto kembali menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan kasus kerusakan mesin akibat penggunaan Pertalite yang menyebabkan pemilik kendaraan tidak dapat mengajukan klaim garansi. "Selama ini belum ada sih, belum ada yang rusak. Kecuali ada beberapa kasus juga yang dulu sempat ramai," katanya. Mobil yang sudah turun mesin butuh perawatan lebih intensif. Kasus yang dimaksud Rianto berkaitan dengan dugaan masalah pada bahan bakar Pertamax yang sempat ramai diperbincangkan. Pada saat itu, muncul laporan mengenai tangki bahan bakar yang ditemukan berlumpur setelah kendaraan menggunakan BBM tersebut. Menurut Rianto, kasus tersebut terbilang tidak biasa karena dampaknya tidak terjadi pada seluruh kendaraan, melainkan hanya ditemukan pada model-model tertentu. Meski belum ada laporan kerusakan mesin mobil bensin akibat penggunaan Pertalite yang berujung pada gugurnya garansi, pemilik kendaraan tetap perlu memperhatikan spesifikasi bahan bakar yang dianjurkan oleh pabrikan. Penggunaan BBM sesuai rekomendasi tidak hanya berkaitan dengan performa mesin, tetapi juga menjadi salah satu langkah untuk menjaga kondisi komponen kendaraan dalam jangka panjang.