Antrean kendaraan di sejumlah SPBU untuk mendapatkan Pertalite belakangan semakin panjang. Kondisi ini diduga dipicu peralihan sebagian pengguna kendaraan dari Pertamax ke Pertalite. Hal ini seiring selisih harga kedua bahan bakar yang semakin lebar. Di mana Pertamax dijual Rp 16.250 per liter, sementara Pertalite Rp 10.000 per liter. Bagi pemilik motor yang memang dirancang menggunakan BBM RON 90, beralih ke Pertalite tentu tidak menjadi persoalan. Antrean pengisian BBM Pertalite di SPBU Pertamina Manahan Solo, Kamis (11/6/2026) Namun, lain ceritanya jika motor tersebut memiliki rekomendasi pabrikan menggunakan bahan bakar RON 92 atau setara Pertamax. Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, ada konsekuensi teknis yang perlu dipertimbangkan pengendara saat menggunakan BBM dengan angka oktan lebih rendah. "Fenomena antrean Pertalite memang makin sering terlihat akhir-akhir ini ya. Sangat bisa dimaklumi dari sisi ekonomi,” ujar Wahyu, kepada Kompas.com (12/7/2026). “Tapi dari kacamata teknis mesin, apalagi untuk motor yang standard factory-nya minta RON 92 (seperti Pertamax), penurunan kelas bahan bakar ini jelas memicu rantai efek domino,” kata dia. Mesin motor Honda GB350 Efek Langsung pada Performa Mesin Menurut Wahyu, ketika mesin berkompresi tinggi mengonsumsi BBM RON 90, salah satu gejala yang paling cepat dirasakan adalah knocking atau pembakaran yang terjadi sebelum waktunya. Kondisi ini muncul karena angka oktan yang lebih rendah lebih mudah terbakar akibat tekanan tinggi di ruang bakar. Selain knocking, performa motor juga akan menurun. Tarikan terasa lebih berat karena proses pembakaran tidak lagi berlangsung optimal. Di sisi lain, suhu mesin cenderung lebih cepat meningkat sehingga kerja komponen menjadi lebih berat. Efek lainnya adalah konsumsi bahan bakar yang bisa menjadi lebih boros. Meski harga Pertalite lebih murah, efisiensi yang menurun dapat membuat selisih biaya penggunaan tidak sebesar yang dibayangkan. Servis motor Honda. Berisiko Memperpendek Umur Mesin Jika penggunaan BBM RON 90 pada motor yang seharusnya menggunakan RON 92 dilakukan terus-menerus, dampaknya tidak lagi sebatas penurunan performa. Wahyu menjelaskan, pembakaran yang kurang sempurna akan mempercepat terbentuknya kerak karbon di ruang bakar. Penumpukan kerak ini dapat mengganggu proses pembakaran, menurunkan tenaga, hingga meningkatkan risiko kerusakan pada komponen mesin. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada piston maupun dinding silinder akibat proses pembakaran yang tidak sesuai karakteristik mesin.