Tingginya harga BBM Pertamax membuat sebagian orang berpikir untuk pindah ke Pertalite. Apalagi jika isi full tank, maka perbedaannya akan sangat terlihat. Salah satu mobil yang banyak digunakan oleh keluarga Indonesia adalah Suzuki Ertiga Bagi para pemilik kendaraan keluarga berkapasitas 7-penumpang ini, biaya operasional harian seperti pengisian bahan bakar minyak (BBM) tentu menjadi pos pengeluaran rutin yang sangat diperhatikan. Di tengah situasi fluktuasi harga energi, dilema antara memilih BBM bersubsidi Pertalite (RON 90) demi mengejar nilai ekonomis, atau Pertamax (RON 92) demi performa mesin, kerap menjadi perbincangan hangat. Kondisi SPBU Pertamina di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat yang antrean Pertamax-nya sepi dan berbanding terbalik dengan antrean Pertalite, Kamis (25/6/2026) Lantas, jika dihitung secara matematis, berapa perbedaan biaya yang harus dirogoh dari dompet untuk mengisi tangki Suzuki Ertiga dari kondisi kosong hingga penuh (full tank)? Sebagai catatan teknis, seluruh varian Suzuki Ertiga, baik tipe standar dengan mesin K15B maupun varian Smart Hybrid, memiliki kapasitas tangki bahan bakar yang sama, yaitu sebesar 45 liter. Menggunakan acuan harga di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya per Juli 2026, harga Pertalite saat ini dipatok Rp 10.000 per liter, sedangkan Pertamax (RON 92) berada di angka Rp 16.250 per liter. Pengalaman pengguna Suzuki Ertiga GX 2016. Simulasi Biaya Isi Full Tank Suzuki Ertiga (45 Liter) Pertalite (RON 90): 45 liter x Rp 10.000 = Rp 450.000 Pertamax (RON 92): 45 liter x Rp 16.250 = Rp 731.250 Dari hasil kalkulasi tersebut, terlihat ada selisih nominal sebesar Rp 281.250 untuk sekali pengisian penuh. Bagi pemilik mobil dengan mobilitas harian tinggi, selisih pengeluaran ini tentu terbilang cukup signifikan untuk hitungan bulanan. Antrean pengisian BBM Pertalite di SPBU Pertamina, Padjajaran Bogor Meski demikian, pemilihan jenis bahan bakar tidak boleh hanya didasarkan pada faktor harga semata, melainkan harus mempertimbangkan spesifikasi dapur pacu. Suzuki Ertiga mengandalkan mesin berkode K15B, 4-silinder, berkapasitas 1.462 cc DOHC dengan teknologi VVT. Mesin ini dirancang memiliki rasio kompresi sebesar 10,5:1. Secara mekanis, mesin dengan rasio kompresi di atas 10:1 direkomendasikan menggunakan BBM dengan oktan minimal RON 92 (setara Pertamax). Penggunaan oktan yang sesuai sangat krusial guna memastikan proses pembakaran di ruang mesin berjalan sempurna, mencegah gejala knocking (mengelitik), serta menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar tetap optimal.