Di kalangan pengguna sepeda motor masih banyak anggapan bahwa menggunakan Pertalite membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dibanding Pertamax. Namun, benarkah demikian? Endro Sutarno, People & Technical Development SiTEPAT Endro Sutarno mengatakan, secara teori bahan bakar dengan kualitas lebih baik memang mampu menghasilkan proses pembakaran yang lebih sempurna. Dampaknya bukan hanya tenaga mesin lebih optimal, tetapi juga waktu tempuh menjadi lebih singkat sehingga konsumsi bahan bakar berpotensi lebih efisien. AHM gratiskan servis motor buat korban bencana di tiga provinsi. "Intinya ya kalau menurut saya kalau bahan bakarnya lebih bagus akan menghasilkan pembakaran lebih sempurna. Pembakaran lebih sempurna, motor akan larinya lebih cepat. Waktu yang ditempuh lebih singkat," ujar Endro, kepada Kompas.com (13/7/2026). Menurut dia, ketika performa mesin lebih baik, pengendara dapat mencapai tujuan dalam waktu lebih cepat. Sebaliknya, jika performa mesin biasa saja, waktu perjalanan menjadi sedikit lebih lama sehingga bahan bakar yang digunakan juga bisa lebih banyak. "Nah, beda dengan umpama performanya biasa aja. Waktu yang ditempuh otomatis lebih lama sedikit. Waktu yang ditempuh lebih lama sedikit berarti kan penggunaan bahan bakarnya kan lebih banyak," ujarnya. Pengendara motor mengisi BBM jenis Pertalite di sebuah SPBU Pertamina di Jakarta, Jumat (24/12/2021). Pemerintah berencana menghapus BBM RON 88 Premium dan RON 90 Pertalite sebagai upaya mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj. Ada Selisih Konsumsi BBM, tapi Tidak Signifikan Meski demikian, Endro menegaskan bahwa perbedaan konsumsi bahan bakar antara Pertalite dan Pertamax tidak bisa langsung disimpulkan hanya dari jenis bensin yang digunakan. Menurut dia, memang ada potensi selisih konsumsi BBM, tetapi besarannya relatif kecil dan belum pernah dihitung secara pasti. "Iya, ada selisih (pemakaian BBM) sedikit. Ada. Tapi kalau berapanya saya enggak pernah hitung. Itu logikanya aja," kata Endro. Artinya, anggapan bahwa Pertalite pasti jauh lebih boros dibanding Pertamax belum tentu benar. Sebab, konsumsi bahan bakar dipengaruhi banyak faktor lain, mulai dari kondisi kendaraan hingga gaya berkendara. Touring Honda 160 cc di Bandung Selatan Bukan Cuma Soal BBM, Kondisi Motor Juga Menentukan Endro menjelaskan, banyak pemilik motor hanya fokus pada jenis bensin, tetapi lupa menjaga kondisi sistem pembakaran. Padahal, salah satu komponen yang sangat memengaruhi efisiensi bahan bakar adalah saringan udara. Jika kondisinya sudah kotor atau tersumbat, suplai udara ke ruang bakar menjadi tidak optimal sehingga proses pembakaran ikut terganggu. "Sistem bahan bakarnya di motor itu juga jangan dipikirin cuma di bensin doang. Karena motor enak dan enggaknya itu bukan cuma tergantung dari bensinnya saja. Bisa jadi dari saringan udara. Karena saringan udara itu memengaruhi motor ini pembakarannya jadi sempurna atau tidak," kata Endro. Pembersihan filter udara motor Ia mencontohkan, penggunaan Pertamax tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila filter udara sudah kotor dan tidak pernah diganti. "Orang pakai Pertamax oke, tapi saringan udaranya enggak pernah ganti. Padahal kan saringan yang viskos itu enggak bisa dibersihkan, harus diganti. Nah, enggak ganti ya percuma juga," ujarnya. Karena itu, Endro mengingatkan bahwa efisiensi konsumsi BBM tidak hanya ditentukan oleh jenis bahan bakar yang digunakan. Perawatan berkala, kondisi filter udara, hingga kebiasaan berkendara juga saling berkaitan dalam menentukan irit atau borosnya sebuah sepeda motor.