Peralihan penggunaan Biosolar B50 tidak hanya menuntut penyesuaian dari sisi bahan bakar, tetapi juga perawatan kendaraan diesel. Pemilik kendaraan disarankan lebih memperhatikan kondisi sejumlah komponen sistem bahan bakar, terutama pada masa awal penggunaan B50. Iwan, pemilik bengkel mobil Iwan Motor, Solo, mengatakan komponen yang paling berisiko terdampak saat awal penggunaan B50 adalah filter bahan bakar atau fuel filter. "Komponen yang perlu mendapat perhatian adalah fuel filter karena paling berisiko menangkap endapan yang terlepas," kata Iwan kepada Kompas.com, Kamis (23/7/2026). Ilustrasi mesin mobil overheating Selain fuel filter, beberapa komponen lain juga perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan sistem bahan bakar tetap bekerja optimal. "Saluran bahan bakar, water separator, pompa bahan bakar, dan injektor juga sebaiknya diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada penyumbatan," kata Iwan. Menurut dia, pemeriksaan tersebut penting karena B50 memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan solar dengan campuran biodiesel yang lebih rendah. "Sifat B50 ini lebih tinggi penyerapan residu yang lama tertinggal di dalam sistem bahan bakar. Jadi, kotoran-kotoran yang menempel akan ikut larut di dalam bahan bakar," ucap Iwan. Kotoran yang terlepas kemudian dapat terbawa aliran bahan bakar dan tertahan di filter. Apabila jumlahnya cukup banyak, aliran bahan bakar menuju mesin bisa terganggu dan berpotensi menurunkan performa kendaraan. Jadi, pemeriksaan komponen sistem bahan bakar sebaiknya tidak diabaikan, terutama pada kendaraan yang sudah berusia lama atau jarang menjalani perawatan rutin. Dengan perawatan yang tepat dan pemeriksaan berkala, risiko gangguan akibat endapan dapat dikurangi sejak dini sehingga performa mesin tetap optimal saat menggunakan B50.