Mobil hybrid memiliki proteksi tahan air atau water resistant pada komponen elektrikal vital seperti baterai tegangan tinggi, motor listrik, dan inverter. Umumnya berstandar Ingress Protection (IP67). Meski didesain dengan perlindungan tahan air, hampir semua pabrikan tidak menggaransi kerusakan yang disebabkan oleh banjir. Sujaka, Area Manager Area 3 dan Branch Manager Nasmoco Slamet Riyadi Solo mengatakan kerusakan mobil hybrid karena banjir tidak mendapatkan garansi dari pabrikan, karena termasuk kejadian eksternal. “Banjir bisa datang secara tiba-tiba karena faktor alam, bisa juga karena kesalahan manusia, misalnya memaksakan menerobos genangan air yang terlalu dalam, melebihi batas aman,” ucap Jaka kepada KOMPAS.com, Minggu (18/1/2026). Dari segi komponen, sebenarnya mobil hybrid sudah terlindungi dengan proteksi tahan air. Hanya saja, banjir tidak dapat diprediksi seberapa ekstrem dan parah. Komponen vital seperti baterai, inverter, sensor dan kabel disegel untuk mencegah korsleting dan air masuk ke sensor baterai, tetapi tetap bukan kedap air total atau waterproof. Kendaraan menerjang genangan banjir di Jalan Pantura Soekarno Hatta Kendal, Minggu (18/1/2026). Banjir di jalan itu terjadi akibat luapan Sungai Kendal dan membuat jalan Pantura macet. “Pada dasarnya semua mobil, bukan cuma hybrid, mobil konvensional juga tak didesain untuk mampu menerobos banjir,” ucap Jaka. Terlepas dari itu, secara normal Toyota menggaransi baterai mobil hybrid seperti Innova Zenix Hybrid, Veloz Hybrid, Yaris Cross Hybrid dan sejenisnya, sampai 8 tahun pemakaian, termasuk bila unit dijual sampai tangan ke dua. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan pabrikan mobil tak mungkin menggaransi bila terjadi kerusakan akibat banjir meski sudah didesain tahan air. Ilustrasi baterai mobil hybrid. “Pada umumnya mobil hybrid memiliki komponen tahan terhadap air sekitar IP67 atau IP68, tergantung desain dari masing-masing pabrikan,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Senin (19/1/2026). Sebagai contoh, IP 67 maka ketahanannya terhadap air mencapai kedalaman 1 meter dalam waktu 30 menit, bukan kedap air total. “Tapi sebenarnya mobil hybrid dibuat oleh pabrikan dengan format bukan untuk direndam air, maka dari itu tak disarankan dipakai untuk menerjang banjir,” ucap Jayan. Banjir dianggap kejadian luar biasa dan tak terkendali, seperti ketinggian air tak terprediksi, berapa lama durasi terendamnya, banjir juga kotor sehingga risiko dapat merusak lebih besar. Ketika banjir datang tanpa dapat dicegah, maka hal yang bisa dilakukan konsumen hanya menekan risiko kerusakan dengan memperhatikan cara benar memberi pertolongan pertama. “Maka dari itu sebisa mungkin menghindari menerobos banjir, perhatikan batas aman genangan yakni setengah roda, kalau terlanjur kena banjir jangan langsung dihidupkan, dan segera hubungi bengkel resmi,” ucap Jaka. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang