Cuaca ekstrem yang melanda Jakarta dan sekitarnya bukan hanya memicu banjir, tetapi juga meninggalkan persoalan yang cukup serius di jalan raya. Kerusakan infrastruktur, seperti jalan berlubang dan permukaan yang tidak rata, kini menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Pengatur lalu lintas liar atau Pak Ogah yang menguasai titik-titik putar balik di sepanjang Jalan Daan Mogot dari Kalideres hingga Grogol, Jakarta Barat, Rabu (21/1/2026) Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan bahwa kecelakaan di jalan tidak pernah disebabkan oleh satu faktor saja. Ada empat penyebab utama yang selalu menjadi perhatian kepolisian, yakni faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, serta cuaca. Dalam situasi cuaca ekstrem seperti sekarang, kondisi jalan menjadi sorotan karena kerusakan dapat muncul di banyak titik. Sejumlah motor mengalami mogok usai nekat melintasi genangan banjir di terowongan Cawang, Jakarta Timur. Komarudin menegaskan bahwa hujan deras yang terus terjadi berdampak langsung pada kualitas infrastruktur jalan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Dampak dari cuaca ekstrem salah satunya menyebabkan beberapa titik ruas jalan mengalami kerusakan. Saat ini proses pendataan masih terus berlangsung,” kata Komarudin, dilansir dari laman resmi Korlantas Polri, Minggu (1/2/2026). Kerusakan jalan, terutama lubang yang muncul tiba-tiba, dapat membuat pengendara harus mengurangi kecepatan secara mendadak. Hal ini bukan hanya menimbulkan perlambatan arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menyebabkan kemacetan hingga kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang paling rentan. Jalan rusak di Mayjen Sutoyo Jakarta Timur yang dikeluhkan warga, Minggu (1/2/2026). Menurut Komarudin, Ditlantas Polda Metro Jaya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar kerusakan jalan dapat segera ditangani. Langkah ini penting untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. “Untuk jalan yang rusak dan berpotensi menimbulkan perlambatan, kemacetan, hingga kecelakaan, hasil pendataannya kami koordinasikan kepada instansi terkait untuk segera dilakukan perbaikan,” ucap dia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kemacetan di Jalan Daan Mogot akibat banjir pada Kamis (29/1/2026) pagi Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga juga bergerak cepat. Dalam catatan resmi, sebanyak 1.383 titik jalan berlubang di seluruh wilayah Jakarta telah ditangani dalam periode 11 hingga 21 Januari 2026. Penanganan dilakukan oleh jajaran Satuan Pelaksana Bina Marga mulai dari tingkat kecamatan, suku dinas, hingga dinas terkait. Pemotor yang melintas turun dari flyover Pesing, Jakarta Barat arah Cengkareng menuju Grogol, Jumat (26/9/2025) Namun, proses pendataan kerusakan jalan masih terus berjalan karena verifikasi lapangan belum sepenuhnya selesai. “Pendataan terhadap jumlah titik kerusakan jalan masih terus dilakukan dan dapat mengalami pembaruan seiring proses verifikasi di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny. Siti menambahkan, mitigasi terus dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan bagi pengendara. Satpel Bina Marga di tingkat kecamatan hingga satgas pasukan kuning rutin memantau kondisi jalan dan melakukan penanganan cepat apabila ditemukan kerusakan baru. Setiap titik jalan yang membutuhkan perbaikan akan langsung ditangani, meski saat ini sifatnya masih sementara dan darurat. Hal ini disesuaikan dengan kondisi cuaca yang belum stabil dan masih berpotensi memicu kerusakan lanjutan. Dengan kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih, pengendara diimbau untuk lebih waspada, terutama saat melintas di ruas jalan yang rawan berlubang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang