Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Menurutnya, tradisi tahunan ini tidak boleh membuat seluruh pihak lengah, sebab risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan tetap harus diantisipasi melalui langkah yang terukur dan konsisten. “Walaupun merupakan tradisi tahunan kita, mungkin Bapak dan Ibu sudah bertahun-tahun menyelenggarakan angkutan Lebaran. Namun saya berharap bahwa hal-hal yang kecil juga harus menjadi perhatian dan kita tidak remeh terhadap hal-hal yang kecil,” ujar Dudy, dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026). Pasar tumpah dan lampu lalulintas yang tak berfungsi memicu kemacetan panjang di jalur mudik trans Sulawesi, Senin (8/4/2024). Pesan tersebut menekankan pentingnya detail dalam setiap tahapan persiapan. Hal-hal yang kerap dianggap sepele, seperti pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan atau koordinasi antarinstansi, justru bisa menjadi penentu kelancaran arus mudik. Salah satu perhatian utama adalah potensi kemacetan di jalur arteri akibat pasar tumpah, yang perlu dilakukan langkah pencegahan sejak dini. Berdasarkan pemetaan Kementerian Perhubungan, terdapat sedikitnya 4 lokasi di Banten, 25 lokasi di Jawa Barat, 12 lokasi di Jawa Tengah, 6 lokasi di Yogyakarta, serta 9 lokasi di Jawa Timur yang perlu diantisipasi. Sejumlah kendaraan melintas di jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat, yang diselimuti kabut tebal, Kamis (25/12/2025). Polisi mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan di jalur ini karena visibilitas menurun akibat cuaca ekstrem. “Adapun antisipasi kemacetan dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi dan antisipasi lokasi pasar tumpah, serta pengendalian dan pengaturan hambatan samping di jalan nasional seperti kios pedagang dan alat transportasi tradisional becak dan delman,” ucap Dudy. Selain kemacetan, faktor ketidakpastian di lapangan juga menjadi sorotan. Cuaca ekstrem hingga potensi bencana alam dinilai dapat mengganggu kelancaran transportasi sewaktu-waktu. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan skenario mitigasi. “Terakhir adalah always expect uncertainty and irregularities. Cuaca ekstrem, bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, berpotensi menimbulkan gangguan pada transportasi,” kata Dudy. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang