Pasar mobil bekas mulai menunjukkan geliat positif pada awal tahun 2026. Sejumlah pedagang mengaku penjualan meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya, bahkan sudah terasa sejak akhir 2025. Andi, pemilik showroom Jordy Motor di MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, mengatakan lonjakan permintaan terjadi cukup drastis memasuki tahun ini. "Masuk ke tahun ini sih semuanya bagus. Naiknya drastis," ujar Andi kepada Kompas.com, Jumat (20/2/2026). Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025 Menurut Andi, kondisi saat ini membuat para pedagang harus bergerak cepat untuk mendapatkan unit. Stok mobil yang terbatas di tengah permintaan tinggi membuat harga beli ikut terkerek naik. Bahkan, tidak jarang pedagang harus bersaing satu sama lain untuk mengamankan mobil yang masuk ke pasar. "Permintaannya banyak yang jual mobilnya sedikit. Kita pedagang rebutan beli, sedangkan yang jual bisa harga tertinggi," ujarnya. "Dijual kita nggak bisa beli lagi. Harga mobilnya bisa naik. Kita jual misalnya 130, kita beli lagi udah nggak dapet, di atas itu," ujar Andi. Andi mengatakan, peningkatan penjualan mobil bekas awal tahun ini di showroom miliknya naik 100 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025 "Bagus banget. Saya bilang semoga bukan karena lebaran aja ya. Semoga selanjutnya seperti ini. Berarti kan kalau emang penjualan mobil bagus, berarti kan semua bidang juga bergerak," ujarnya. "Naik 100 persen loh dari Desember 2026. Desember udah mulai bergerak. Nah Januari lebih bagus lagi," kata Andi. Senada dengan itu, Rama, pemilik showroom Rama Dagang Mobil di kawasan Rempoa, Bintaro, menyebut awal tahun memang kerap menjadi periode sibuk bagi pedagang mobil bekas. Apalagi, momen Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada pertengahan Maret 2026 diperkirakan menjadi faktor pendorong kenaikan permintaan. Menurut Rama, menjelang Lebaran biasanya masyarakat cenderung mencari mobil, baik untuk kebutuhan mudik maupun sekadar menambah kendaraan di rumah. "Tapi di awal tahun kan Lebaran ya (Idul Fitri) itu pasti pasti dongkrak. Karena memang kalau mau Lebaran biasanya orang cari mobil. Entah itu karena butuh atau mau tambah," ujar Rama kepada Kompas.com. Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025 Namun, ia belum bisa memastikan bagaimana tren penjualan secara keseluruhan sepanjang tahun 2026. Salah satu faktor yang dinilai bisa memengaruhi pasar mobil bekas adalah perkembangan mobil listrik yang semakin pesat. Saat ini, pilihan mobil listrik semakin banyak dengan rentang harga yang lebih terjangkau, bahkan sudah menyentuh kisaran Rp 200 jutaan. Kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian calon pembeli mobil bekas beralih ke mobil baru, khususnya kendaraan listrik. "Tapi kalau secara keseluruhan kita juga belum ada prediksi seperti apa," kata Rama. "Mungkin lihat lagi soal mobil listrik, karena saat ini aja mereknya sudah tambah banyak dan mobil listrik di Rp 200 jutaan juga makin banyak," kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang