Tren modifikasi ekstrem mobil performa kembali menarik perhatian, terutama untuk basis hatchback ringan. Konsepnya bukan sekadar ubahan tampilan, tetapi menyentuh struktur, mesin, hingga sistem penggerak agar sepenuhnya siap digunakan di lintasan balap. Salah satu contohnya datang dari tuner Jepang, Monster Sport, yang membangun Super Swift sebagai versi trek dari basis Suzuki Swift Sport generasi ZC33S. Proyek ini menjadi semacam edisi perpisahan berperforma tinggi setelah varian sport resmi dihentikan Dikutip dari Carscoops, Rabu (18/2/2026), ubahan paling mencolok terlihat dari sektor bodi. Hampir seluruh panel diganti material serat karbon untuk memangkas bobot sekaligus meningkatkan kekakuan. modifikasi Suzuki Swift Fender dibuat lebar untuk mengakomodasi trek roda lebih besar, dipadukan side skirt tebal dan sayap belakang berukuran tinggi yang dirancang khusus demi menghasilkan downforce maksimal saat kecepatan tinggi. Bagian depan juga tidak lagi menyisakan ciri mobil jalan raya. Lampu depan dan belakang dilepas, diganti panel polos. Bumper depan dibentuk ulang dengan bukaan pendingin ekstra besar untuk memaksimalkan suplai udara ke sistem pendinginan mesin dan komponen performa. Kaki-kaki ikut mendapat sentuhan serius. Super Swift memakai pelek alloy balap warna hitam atau emas yang dipadukan ban khusus sirkuit. Setelan suspensi dirancang ulang total dengan komponen motorsport, menyesuaikan karakter sasis barunya. Livery merah dan perak yang menempel di bodi terinspirasi mobil tanjakan gunung milik brand induk Monster Sport, Tajima, di ajang Pikes Peak. modifikasi Suzuki Swift Masuk ke kabin, konsep modifikasi benar-benar mengutamakan fungsi. Seluruh trim interior, peredam, dan fitur kenyamanan dicopot. Tata letak dirombak menjadi single seater dengan posisi kursi di tengah. Di dalam hanya tersisa jok balap, roll cage, setir, serta panel instrumen digital ringkas untuk membaca data kendaraan. Perubahan terbesar ada di struktur dasar. Super Swift tidak lagi memakai platform bawaan hatchback, melainkan rangka space frame baja khusus. Konfigurasi ini umum dipakai mobil balap karena lebih ringan dan kaku, sekaligus memudahkan penataan ulang posisi mesin dan suspensi. Jantung pacu juga berbeda total. Mesin turbo 1,9 liter hasil modifikasi berat dipasang di posisi tengah, tepat di belakang pengemudi (mid-engine). Outputnya mencapai 394 hp dan torsi 500 Nm. Sistem penggerak diubah menjadi all-wheel drive (AWD), meninggalkan skema penggerak roda depan seperti Swift Sport standar. modifikasi Suzuki Swift Kombinasi rangka baru, panel karbon, interior minimalis, dan layout mid-engine membuat bobotnya turun menjadi hanya 785 kilogram. Sebagai perbandingan, Swift Sport versi produksi memiliki bobot sekitar 970 kilogram dengan tenaga 138 hp dari mesin turbo 1,4 liter. Monster Sport menyebut rasio tenaga terhadap bobot dan paket modifikasi sasis tersebut menghasilkan kemampuan manuver yang sangat agresif di lintasan. Lini Suzuki Swift sendiri dikenal luas sebagai hatchback ringkas yang mengutamakan kelincahan, dimensi ringkas, serta biaya operasional relatif terjangkau. Model ini sempat menjadi salah satu pilihan populer di berbagai pasar, termasuk Indonesia, untuk kebutuhan harian di perkotaan. Namun seiring perubahan strategi produk dan regulasi, varian performa Swift Sport dihentikan. Versi modifikasi ekstrem seperti Super Swift pun menjadi bentuk penghormatan terakhir untuk platform tersebut di dunia performa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang