Kawasaki Z1100 2026 Pembagian ini membuat pengendara tidak bisa lagi menggunakan satu jenis SIM untuk semua motor. Kini, terdapat tiga kategori SIM untuk sepeda motor, yaitu SIM C, SIM CI, dan SIM CII. GULIR UNTUK LANJUT BACA Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa SIM C berlaku untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin hingga 250 cc. Sementara itu, SIM CI diperuntukkan bagi pengendara motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc hingga 500 cc, termasuk kendaraan berbasis listrik dengan spesifikasi setara. Adapun SIM CII berlaku untuk motor dengan kapasitas mesin di atas 500 cc atau kendaraan sejenis.Ketentuan ini menunjukkan bahwa pengendara motor besar atau yang sering disebut motor gede (mogé) harus memiliki SIM dengan golongan yang sesuai. Tidak hanya itu, proses untuk mendapatkan SIM dengan golongan lebih tinggi juga tidak bisa dilakukan secara instan.Regulasi mengatur bahwa untuk dapat memiliki SIM CI, pemohon harus terlebih dahulu memiliki SIM C yang telah digunakan selama minimal 12 bulan. Hal yang sama juga berlaku untuk kenaikan ke SIM CII, di mana pemohon wajib memiliki SIM CI yang telah digunakan selama setidaknya satu tahun.Artinya, pengendara harus melalui tahapan secara bertingkat sebelum dapat mengendarai motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar. Sistem ini memastikan bahwa pengalaman berkendara menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan golongan SIM.Selain memenuhi syarat kepemilikan SIM sebelumnya, pemohon juga tetap harus melalui proses penerbitan SIM sebagaimana ketentuan umum. Proses tersebut meliputi persyaratan administrasi, kesehatan jasmani dan rohani, serta lulus ujian teori dan praktik.Dengan adanya penggolongan ini, kepemilikan SIM tidak lagi hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan kemampuan dan pengalaman pengendara. Pengaturan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, terutama bagi pengguna motor dengan performa tinggi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di sisi lain, aturan ini juga menjadi penanda bahwa penggunaan motor besar tidak bisa disamakan dengan sepeda motor pada umumnya. Dibutuhkan keterampilan dan kesiapan yang lebih, sehingga pengemudi harus melalui proses yang bertahap sebelum memperoleh izin mengemudi yang sesuai.Melalui sistem SIM bertingkat ini, diharapkan tercipta pengendara yang lebih kompeten dan memahami karakter kendaraan yang dikemudikan, sehingga dapat menekan risiko kecelakaan di jalan raya.