Airbag menjadi salah satu fitur keselamatan yang umum ditemukan pada mobil modern. Perangkat ini dirancang untuk membantu melindungi pengemudi dan penumpang ketika terjadi kecelakaan. Tak sedikit yang mengira airbag akan otomatis mengembang setiap kali mobil mengalami benturan atau ketika kendaraan melaju pada kecepatan tertentu. Menurut gedlawyers, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), menyebut airbag depan umumnya dirancang untuk mengembang pada benturan frontal kecepatan 8-14 mil per jam atau 13-23 kpj atau lebih. Jika objek yang ditabrak merupakan mobil dengan ukuran serupa, kondisi tersebut kira-kira setara dengan benturan pada 16-28 mil per jam atau 26-45 kpj atau lebih. Guna memberikan keamanan sebagai prioritas bagi pengguna, New MG ZS dibekali fitur sistem pengereman anti-lock braking system (ABS), electronic brakeforce distribution (EBD), electronic stability program (ESP), hill start assist (HSA), serta enam buah airbag ganda. Namun setiap mobil memiliki rancangan dan kalibrasi sistem airbag yang berbeda. Oleh karena itu, tidak ada satu angka kecepatan yang dapat dijadikan patokan pasti kapan airbag akan mengembang. Anggota ASEAN NCAP Technical Committee, Adrianto Sugiarto Wiyono, mengatakan, pengembangan airbag berkaitan dengan tingkat keparahan dan karakteristik benturan. "Sependek pengetahuan saya airbag akan mengembang jika tabrakan pada kecepatan 40 kpj ke atas, hal ini perlu dikonfirmasikan kepada manufaktur kendaraan yang memiliki rumusannya," kata Rian kepada Kompas.com, Jumat (28/8/2026). Rian juga menjelaskan, airbag yang tidak mengembang setelah kecelakaan belum tentu menunjukkan adanya kerusakan pada sistem airbag. "Tidak mengembangnya airbag tentu perlu diselidiki lebih lanjut karena penyebabnya mungkin bukan pada airbag-nya tapi titik benturan yang tidak sesuai dengan posisi sensornya," kata Rian. Dual SRS Airbag Cara Kerja Secara sederhana, airbag akan mengembang ketika sistem mendeteksi benturan dengan karakteristik yang memenuhi kriteria pengaktifannya. Sistem tidak hanya melihat kecepatan kendaraan sebelum kecelakaan. Sensor membaca perubahan gerak atau perlambatan kendaraan yang terjadi secara tiba-tiba akibat benturan. Informasi dari sensor kemudian dikirimkan ke airbag control unit (ACU) atau modul pengendali airbag. Modul tersebut akan menganalisis data yang diterima dan menentukan apakah kondisi kecelakaan memenuhi kriteria untuk mengaktifkan airbag. Hal ini membuat arah dan lokasi benturan menjadi penting. Benturan dari depan dapat memicu airbag depan apabila sensor mendeteksi perlambatan yang cukup besar dan pola benturannya sesuai dengan kalibrasi sistem. Sementara itu, benturan dari arah samping memiliki karakteristik berbeda. Pada mobil yang dilengkapi airbag samping atau airbag tirai, sistem tersebut memiliki sensor dan strategi pengaktifan yang disesuaikan dengan jenis benturan. ZF memperkenalkan airbag yang berada di luar mobil. Mengembang Sangat Cepat Jika sistem memutuskan airbag perlu diaktifkan, prosesnya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat. Modul airbag mengirimkan sinyal listrik ke inflator, yakni perangkat yang menghasilkan gas untuk mengembangkan kantong airbag. Gas tersebut kemudian mengisi kantong airbag hingga mengembang. Seluruh proses berlangsung hanya dalam hitungan milidetik. Kecepatan ini sangat penting karena airbag harus sudah mengembang sebelum tubuh pengemudi atau penumpang bergerak terlalu jauh akibat benturan. Airbag yang sudah mengembang kemudian berfungsi sebagai bantalan untuk membantu mengurangi risiko tubuh membentur bagian interior kendaraan.