Dewasa ini, tidak sedikit pengguna motor listrik yang memilih melakukan upgrade untuk meningkatkan performa kendaraannya. Modifikasi umumnya dilakukan untuk menambah jarak tempuh atau meningkatkan kecepatan agar lebih sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Owner Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, mengatakan, permintaan modifikasi semacam itu cukup banyak ditemui, terutama dari pemilik motor listrik di segmen entry level. Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat “Pengguna motor listrik saat ini banyak yang mengeluhkan jarak tempuh yang terlalu pendek maupun kecepatan yang kurang maksimal khususnya ketika tanjakkan,” kata Adi kepada Kompas.com di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). Menurut dia, motor listrik di kelas harga terjangkau umumnya memiliki kecepatan puncak sekitar 50-70 kilometer per jam dengan jarak tempuh 30-40 kilometer dalam sekali pengisian daya. Oleh karena itu, sebagian pengguna memilih melakukan modifikasi dibanding mengganti kendaraan dengan unit baru. Bagian yang Diganti Adi menjelaskan, peningkatan jarak tempuh umumnya dilakukan dengan mengganti baterai bawaan menggunakan kapasitas yang lebih besar. Ada pula pengguna yang memilih sistem dual battery dengan menambahkan baterai kedua sebagai sumber daya cadangan. “Kalau mau jaraknya lebih jauh, biasanya baterainya diganti dengan kapasitas yang lebih besar atau dibuat sistem dual battery,” ujar Adi. Melalui cara tersebut, jarak tempuh kendaraan dapat meningkat sesuai kebutuhan pengguna. Bahkan, ada pelanggan yang menginginkan motor listrik mampu menempuh jarak hingga 70 kilometer hingga lebih dari 100 kilometer dalam sekali pengisian daya. Servis Motor Listrik Sementara peningkatan kecepatan dilakukan dengan mengganti kontroler standar menggunakan perangkat aftermarket yang dapat diprogram ulang. Menurut Adi, kontroler berfungsi mengatur suplai tenaga dari baterai ke motor penggerak. Dengan perangkat yang dapat disetel ulang, karakter tenaga dan performa kendaraan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. “Biasanya kontrolernya diganti dengan yang programmable sehingga kecepatan dan karakter tenaganya bisa disesuaikan,” kata Adi. Ia menjelaskan, motor listrik yang semula memiliki kecepatan maksimum sekitar 60-70 kilometer per jam dapat ditingkatkan hingga mendekati 90 kilometer per jam, tergantung spesifikasi kendaraan dan komponen pendukung yang digunakan. Biaya Untuk upgrade jarak tempuh, biaya yang harus disiapkan relatif lebih besar karena melibatkan penggantian atau penambahan baterai. Ilustrasi baterai motor listrik Adi mengatakan, biaya modifikasi jenis ini mulai sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 jutaan. Nilainya dapat bertambah tergantung kapasitas baterai yang dipilih. Adapun untuk peningkatan kecepatan, biaya yang dibutuhkan cenderung lebih rendah karena hanya berfokus pada penggantian kontroler. “Kalau upgrade kecepatan di sepeda listrik mulai sekitar Rp 700.000. Untuk motor listrik mulai Rp 1,2 juta,” ujar Adi. Meski demikian, ia mengingatkan modifikasi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan komponen pendukung lainnya. Tujuannya agar peningkatan performa tetap diimbangi faktor keamanan dan keandalan kendaraan saat digunakan sehari-hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang