Tren mengonversi motor mesin bakar (ICE) menjadi motor listrik memang tengah naik daun. Bahkan pemerintah menggalakan kembali konversi motor sebagai upaya percepatan penerimaan kendaraan listrik. Namun, ada satu kendala dari motor konversi, yakni jarak tempuhnya yang tidak jauh. Lalu mengapa bisa seperti itu? Ternyata, keterbatasan itu bukan berasal dari teknologi baterainya sendiri, melainkan dari "rumah" alias rangka motor yang punya keterbatasan ruang. Motor konversi milik Ibeng, dari Vario 125 jadi listrik Bambang Setiawan Yudistira, pegiat motor listrik dari EV Holic yang akrab disapa Ibeng, menjelaskan bahwa motor konversi pada dasarnya menggunakan basis kendaraan yang sejak awal tidak dirancang untuk membawa baterai. "Kan kalau konversi itu secara desain dia peruntukannya untuk mesin ICE. Tidak menempatkan posisi baterai," ujar Ibeng kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurutnya, karena konstruksi sasis sudah paten untuk menampung mesin dan transmisi, para builder tidak punya keleluasaan untuk menaruh sel baterai dalam jumlah banyak. "Sehingga posisi baterai mau diutak-utik gimana juga tidak akan besar (kapasitasnya)," ucap Ibeng. Memang secara teknis, kapasitas baterai bisa saja dipaksakan untuk diperbesar. Namun, ada harga mahal yang harus dibayar, yaitu hilangnya keseimbangan dan ergonomi berkendara yang ideal. "Bisa besar, tapi itu pakainya sudah pasti enggak enak, enggak seimbang, pasti. Jadi secara geometri motornya, tidak bisa membuatnya (motor konversi) untuk baterai besar. Itu permasalahannya," katanya. Hal ini berbeda dengan motor listrik yang memang dibangun dari nol oleh pabrikan. Sejak tahap desain, penempatan komponen terberat seperti baterai sudah dihitung presisinya terhadap pusat gravitasi motor. Karena keterbatasan tersebut, Om Ibeng menyarankan agar pengguna memahami profil kebutuhan berkendaranya sebelum memutuskan untuk melakukan konversi. Tidak semua cocok menggunakan motor tersebut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang